Good news is bad news, sifat atau tabiat?



Hi, sahabat laman24.com yang budiman dan inspiratif!

Kalimat good news is bad news (kabar baik itu ternyata adalah kabar buruk ) atau bad news is good news (kabar buruk itu ternyata adalah kabar baik)  sudah sering sahabat sekalian dengar dan temui dalam kehidupan ini.

Walaupun sering kita temui dan sering kita dengar akronim tersebut, tetapi makna dan filosofi dari akronim tersebut tentu harus  sahabat tambah lagi agar para sahabat laman24.com lebih mempunyai banyak referensi dan terhindar dari sifat yang dapat lahir dari akronim tersebut.

Tanpa bermaksud menggurui, berikut makna yang terkandung dalam kalimat tersebut.
Kejadian yang tidak baik yang terjadi pada seseorang justru terkadang akan menjadi good news bagi orang lain dan akan menjadikan berita tersebut sebagi  konsumsi publik. Sebaliknya, kabar baik (good news) terkadang juga akan di “goreng” agar menjadi bad news dengan jalan mencari celah kelemahan dan kesalahan seseorang. 

Hal ini tentu sangat tidak baik untuk terus dipelihara karena akan menimbulkan permusuhan dan benih benih kebencian antara satu orang dengan orang lain/ satu kelompok dengan kelompok lain.

Sahabat laman24.com yang budiman! Dalam kenyataan hidup sehari-hari, adakalanya sesuatu yang telah kita dapatkan dan kita raih berkat sebuah perjuangan dan kerja keras yang menghasilkan sesuatu yang positif dan maksimal buat diri kita tidak selamanya menjadi kabar gembira bagi orang lain.

Terkadang keberhasilan seseorang akan menjadi kabar tidak baik/buruk  buat orang orang disekitar kita. Ternyata tidak selamanya sesuatu yang telah baik menurut kita akan baik juga menurut orang lain. Pertanyaannya adalah, mengapa hal tersebut dapat terjadi? Irikah orang lain terhadap keberhasilan diri kita?

Hidup yang penuh dengan kompetisi ini, ternyata berdampak juga pada perubahan sifat dan karakter manusia. Iri dan dengki antara satu orang dengan orang lain terkadang muncul dilingkungan sosial kita. Fenomena ini tentu tidak boleh dipelihara dan harus segera dihilangkan karena hal ini merupakan penyakit hati yang akan menjadi sangat sulit untuk diobati.

Fenomena lain adalah terkadang hal baik/sudah menjadi baik buat kita terkadang menjadi hal tidak baik/belum tentu hal baik buat orang lain. Sebut saja, ketika kita ternyata sukses dan berhasil  meraih cita-cita kita karena memang kita selalu berjuang untuk selalu berbuat lebih baik dan lebih jitu dalam mencapai cita-cita tersebut, ternyata justru itu menjadi kabar tidak baik buat orang lain/para kompetitor kita.

Akronim “ SMS” (senang melihat orang susah dan susah melihat orang senang), ternyata  memang ada dan terjadi dilingkungan sekitar kita. Sifat SMS ini muncul karena ketidak mampuan seseorang dalam mewujudkan sesuatu yang mereka cita-citakan/wujudkan sementara orang lain justru dapat mewujudkannya.

Para sahabat laman24.com sekalian, apapun bidang keberhasilan dan kesuksesan para sahabat terkadang justru menimbulkan kecemburuan orang lain sehingga muncul akronim SMS tersebut. Sifat “SMS” ini muncul para sahabat laman24.com sekalian, karena ternyata ketika seseorang telah berhasil mewujudkan cita-citanya mereka terkadang juga berubah menjadi seseorang yang merasa lebih baik dari orang lain.

Padahal pepatah lama selalu mengingatkan kita semua, bahwa menang jangan jumawa, kalah jangan marah, menang jadi arang, kalah jadi abu. So what? Tidak ada yang perlu kita sombongkan dengan kesuksesan, keberhasilan dan harta yang melimpah karena pada akhirnya itu semua tidak akan kita bawa ke akhirat.

Hal yang sama, tidak perlu kecil hati dan rendah hati apabila kita semua belum berhasil mewujudkan cita-cita. Karena Tuhan punya rencana yang lebih indah untuk kita. Tuhan tidak akan memberi cobaan kepada umatnya diluar batas kemampuan yang kita miliki.

Selalu optimis dan rendah hati agar hidup ini lebih berarti. Buang jauh jauh sifat SMS dan hindari sifat sombong karena pada dasarnya sebagai mahluk sosial akan saling membutuhkan dan tidak dapat hidup tanpa orang lain.

Good news is good news. Don’t let it be bad news, or vise versa! Thank you.
laman24.com-referensi pengetahuan dan mencerahkan.

Post a Comment

8 Comments