loading...

Kisah Inspiratif - Makna cinta yang sebenarnya



“ Jika Allah menimpakan sesuatu kemudharatan kepadamu, maka tidak ada yang dapat menghilangkannya kecuali Dia. Dan jika Allah menghendaki kebaikan bagi kamu, maka tidak ada yang dapat menolak karunia-Nya. Dia memberikan kebaikan itu kepada siapa yang di kehendaki-Nya diantara hamba-hamba-Nya dan Dialah yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Yunus: 107).

Sahabat laman24.com yang budiman. Cinta, lima huruf yang tidak pernah mempunyai pengertian pasti bagi tiap orang. Berbeda orang akan berbeda pengertian dan definisi yang akan muncul. Namun, terdapat sebuah arti yang dalam dan menjadi satu dari sekian hal mendapat perhatian besar dalam addinul Islam.

Jika saat ini kita lemparkan pertanyaan “siapa yang paling mencintai anda?” maka akan banyak jawaban yang muncul. Bisa jadi, mereka-mereka akan menjawab kekasih, orang tua, keluarga, dan lain sebagainya.

Para sahabat laman24.com yang budiman, ketahuilah bahwa sesungguhnya tiada yang lebih besar kecintaannya selain cinta Allah SWT. Dzat yang telah menciptakan, memberi kita rezeki dan Dia pula Dzat sang pencipta rasa cintatersebut. Maka, tiada kedudukan cinta tertinggi selain cinta didasarkan pada keberadaan Allah SWT.

Cinta kepada Allah SWT merupakan cinta yang paling agung. Cinta yang memberikan jaminan kesetiaan. Tiada akan pernah membuat hati kita sesak, gelisah dan resah sebagaimana cinta kepada sesama manusia. Takut jikalau cinta itu hilang atau hal-hal dilatar belakangi rasa kecemburuan yang hanya akan mendekatkan kita pada hal-hal buruk yang merusak iman dan hati, hingga nantinya berujung pada penyesalan dan kesedihan.

Allah SWT sebagai bukti cintanya kepada hambanya, Ia juga senantiasa membuka pintu maaf dan taubat bagi setiap manusia yang ingin bertaubat.

Apapun dan sebesar apakah dosa yang telah di perbuat. Dengan kesungguhan Allah akan menunjukkan cintanya. Kita masih  ingat cerita tentang seorang “P.S.K”  yang masuk surga hanya karena dia tidak sampai hati melihat seekor anjing yang kehausan.

Bila diukur secara matematis, tidak akan kita temukan jawabannya, dengan dosa zina yang pada hakikatnya merupakan sebuah perbuatan tercela yang kategori dosa besar terampuni oleh beberapa tetes air yang ia berikan terhadap anjing yang sedang kehausan. Tapi, itulah kebesaran Allah SWT dengan cintanya yang agung.

Maka hanya pada-Nyalah hendaknya cinta itu kita kaitkan dan kita gantungkan. Ketika cinta pada Allah SWT telah tertanam, maka semuanya akan menjadi indah.

Berikut ini adalah kisah inspiratif tentang kehidupan seorang mahasiswa dari negara Islam yang belajar di Barat, tepatnya di London, Inggris. Di negara itu, ia menumpang tinggal disebuah keluarga Inggris yang berbeda agama dengan mahasiswa tersebut demi untuk belajar dan memperdalam bahasa Inggris.

Mahasiswa tersebut sangat taat, selalu  bangun menjelang fajar untuk pergi ke kamar mandi dan berwudhu’. Air disana, karena pengaruh cuaca, sangat dingin. Setelah itu ia pergi ke tempat shalatnya, untuk bersujud, ruku’ bertasbih, dan bertahmid kepada Rabbnya. Dalam keluarga itu terdapat seorang nenek tua yang selalu memperhatikan apa yang dilakukan mahasiswa tersebut.

Setelah beberapa hari, nenek ini bertanya” Apa yang engkau lakukan?”
Mahasiswa itu menjawab,  “ Agamaku memerintahkanku untuk melakukan ini.”
Si nenek itu bertanya lagi, ” Mengapa engkau tidak menunda waktunya beberapa saat agar kau bisa lebih menikmati tidurmu?”

Mahasiswa tersebut menjawab, “ Tapi Rabb ku tidak akan menerima jika aku menangguhkan waktu shalat dari waktu yang telah ditentukan.”
Si nenek itupun menganggukkan kepalanya dan berkomentar, “ sebuah tekad yang bisa menghancurkan besi baja.”

Sahabat laman24.com yang budiman, kisah ini tampaknya sederhana, namun tidak semua mampu melakukan itu dengan penuh keistiqamahan. Tapi, sadarilah bahwa itu yang akan menjadi tolak ukur Allah SWT terhadap hamba-hambanya yang beriman.


Ingat, tersebab oleh masalah tidak banyak orang yang sukses. Termasuk bisa dikatakan sukses dalam menjalankan perintah Allah SWT. Kasus ini tidak akan berbeda sebagaimana seorang yang mencintai kekasihnya, maka tidak ada kata lain selain menyanggupi dan menunaikan apapun permintaan yang diembankan kepadaNya.

Demikian pemuda tadi, CintaNya kepada sang Pencipta membuatnya sanggup bertahan terhadap perintah-perintah sang Kekasih (Allah SWT), seperti melaksanakan Qiyamul Lail. Tentu hal demikian akan mendapat ganjaran yang luar biasa dari Allah SWT.

Semoga hanya kepada Allah SWT kita meletakkan rasa cinta kita. Hanya karena Allah SWT kita mencintai Rasulullah dan sahabat, keluarga, teman bahkan wanita yang telah kita jatuhkan hati kepadanya. Semoga kita semua dalam lindunganNya dan terus berjalan sesuai tuntutan dan tetap pada jalan yang benar.

HasbunAllahi wani’mal wakil!

laman24.com (R.Yudha Utama-The Truth in Yourself)

Post a Comment

6 Comments