loading...

Siswa SMAN Plus Riau menjadi Pelajar Teladan Bangsa 2019



Delegasi Provinsi Riau setelah mengikuti Event Nasional Jambore Pelajar Teladan Bangsa 2019 di Yogyakarta


                                     Muhammad Naufal Fitro (Kiri)Sahabat laman24 yang budiman! Salah satu siswa terbaik SMA Negeri Plus Provinsi Riau atas nama Muhammad Naufal Fitro mewakili Riau dalam event nasional yaitu Jambore Pelajar Teladan Bangsa 2019 dengan tema satu Indonesia.

Di Indonesia sudah tersebar berbagai tindakan narasi dan intoleran. Penolakan terhadap perbedaan suku, agama, dan ras sangat kuat karena kurangnya saling memahami satu sama lain. Karena hal ini bangsa dan negara terpecah menjadi beberapa kelompok dan membuat kehidupan di negara Indonesia tidak damai. Untuk menanggulangi hal tersebut, cara yang paling efektif adalah menanamkan nilai-nilai kebangsaan dan kebinekaan.

Sahabat laman24 yang budiman! Maarif Institute kembali mengadakan kegiatan Jambore Pelajar Teladan Bangsa yang mana kegiatan tersebut sudah berdiri sejak tahun 2011 silam. Setiap tahunnya pelajar dari seluruh Indonesia berkumpul dalam rangka menanamkan nilai-nilai kebangsaan tersebut.

Pada tahun 2019 Jambore Pelajar Teladan Bangsa dilaksanakan di Daerah Istimewa Yogyakarta yang bertempat di PPPPTK Seni dan Budaya. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 17-22 November 2019. Sebanyak 120 orang pelajar dari 86 sekolah di 26 provinsi seluruh Indonesia turut ikut serta dalam kegiatan ini. Pada tahun sebelumnya hanya melibatkan 100 orang pelajar seluruh Indonesia. Penambahan Kuota dilakukan mengingat besarnya antusias pelajar Indonesia.

Sahabat laman24 yang budiman! Dengan mengambil tema “Satu Indonesia” , dalam waktu 6 hari 120 orang pelajar Indonesia dibekali 12 materi pelopor kebangsaan. 12 materi tersebut terdiri dari memahami agama dan menjalankan perintah-Nya, menuntut ilmu, adil, jujur, berbaik sangka, persahabatan, empati, toleransi, tolong menolong, musyawarah, cinta tanah air, dan mengajak kepada kebaikan dan mencegah keburukan. Dalam mempelajari 12 materi pelopor kebangsaan tersebut, 120 orang pelajar seindonesia didampingi oleh narasumber dan alumni sekaligus fasilitator yang berpengalaman.

Pada hari pertama 120 orang peserta Jambore Pelajar Teladan Bangsa 2019 melakukan registrasi dan pembagian kaos JPTB 2019, badge peserta, buku suplemen modul JPTB, dan buku agenda 12 karakter pelopor kebangsaan. Setelah pembagian trial kit peserta melakukan perkenalan satu sama lain dan pembagain kelompok yang terdiri dari 12 kelompok belajar sesuai dengan jumlah nilai pelopor kebangsaan.

Sahabat laman24 yang budiman! Pada hari kedua, pembukaan Jambore Pelajar Teladan Bangsa dan penyematan tanda peserta dilaksanakan di gedung utama PPPPTK Seni dan Budaya yang dibuka oleh pendiri Maarif Institute Buya Syafii dan direktur eksekutif Maarif Institute Abd. Rohim Ghazali. Setelah pidato pembukaan dari menteri, pendiri Maarif Institute dan direktur eksekutif Maarif Institute, dilanjutkan dengan Seminar Pembuka dengan narasumber Subiyantoro sebagai Inspektur II Itjen Kemendikbud RI, Moh. Shofan sebagai Direktur Riset Maarif Institute, dan dari Mufliha Fahmi sebagai Psikolog Klinis.


Setelah Pembukaan JPTB 2019, peserta berkumpul dan mendapaf materi Tentang memahami agama dan menjalankan perintah Tuhan. Materi kedua yaitu menuntut ilmu dan materi ketiga Tentang keadilan. Setelah penyampaian dari tiga materi, para peserta melakukan pendalaman materi bersama kelompok belajar.

Sahabat laman24 yang budiman! Pada hari ketiga peserta melakukan olahraga pagi bersama fasilitator dan panitia Jambore Pelajar Teladan Bangsa 2019, dilanjutkan dengan materi keempat yaitu kejujuran. Tema dari materi keempat ini adalah memahami perbedaan melalui cerminan diri. Setelah itu dilanjutkan dengan materi kelima berbaik sangka dan materi keenam persahabatan. Pada saat materi kelima peserta melakukan kegiatan nonton film bersama dengan tema berbaik sangka melalui karya. Setelah menonton film bersama peserta dihadirkan seorang narasumber yang berpengalaman yaitu Moh. Shofan. Pada malam harinya dilaksanakan penyampaian materi ketujuh yaitu empati. Bintang tamu materi ketujuh ini adalah Bunda Shinta dan Bunda Ruly. Bunda Shinta ini merupakan pengurus pesantren al-fatah (pesantren waria) di Kotagede, Yogyakarta.

Pada hari keempat para peserta mendapat materi tentang tolong menolong. Materi ini bertema mengapa kita harus hidup bersama?. Acara dilanjutkan dengan penyampaian  materi kesembilan yaitu toleransi. Materi ini memiliki tema memanusiakan manusia, merawat persaudaraan intern dan antar umat beragama. Pada saat materi kesembilan ini, para peserta melakukan kunjungan ke seminari tinggi ST. Paulus di daerah kentungan dan kunjungan ke masjid gedhe kauman. Di masjid ini para peserta mendapat materi tentang toleransi dari komunitas SRILI (Srikandi Lintas Iman). Pada malam harinya, peserta mendapat materi kesebelas yaitu cinta tanah air.

    Seminari Tinggi ST.Paulus, Kentungan



Sahabat laman24 yang budiman! Pada hari kelima, peserta melanjutkan materi kesepuluh yaitu Musyawarah. Dalam materi ini para peserta JPTB 2019 melakukan kegiatan outbond dengan tema musyawarah mufakat. Setelah outbond, para peserta mempersiapkan diri untuk menampilkan budaya daerah masing-masing. Para peserta tampil dengan memakai baju adat sesuai daerah asal masing-masing. Dan pada malam harinya, para peserta mendapat materi keduabelas yaitu mengajak kebaikan mencegah kemungkaran. Bintang tamu sekaligus narasumber materi ini adalah penulis terkenal, yaitu Kalis Mardiasih. Buku karyanya  menjadi best seller di berbagai daerah. Beliau menyampaikan beberapa pesan dan motivasi kepada 120 orang peserta Jambore kali ini. 

Pada hari keenam, para peserta berkumpul di aula utama untuk melaksanakan acara penutupan dan acara tukar menukar kado. Selepas penutupan, semua peserta melanjutkan kegiatan Rencana Tindak Lanjut (RTL). Dimana para peserta membuat program kegiatan sesuai latar belakang permasalahan yang ada di Indonesia. Nantinya, RTL tersbut akan direalisasikan para peserta di daerah masing-masing.

Jambore bukan sebuah kompetisi, tapi sebuah komitmen untuk sama-sama memberikan kontribusi nyata kepada daerah masing-masing sesudah pulang. Dan juga metode belajar yang digunakan dalam acara Jambore Pelajar Teladan Bangsa tidak hanya menekankan pada “akademis” tapi juga softskill (@jamborepelajarteladanbangsa).

Sahabat laman24 yang budiman! Kegiatan Jambore Pelajar Teladan Bangsa 2019 ini memiliki lima point utama.

Pertama attitude, morality and tolerance. Belajar menghormati segala perbedaan dan menanamkan mindset, perbedaan bukan penghalang tapi anugrah untuk sama-sama berkembang memanusiakan manusia. Seperti Silvia putri joansa delegasi Provinsi Jawa Tengah dan Ni Komang Syahvethi Dewi delegasi Provinsi Bali, mereka mengatakan bahwa mereka sangat bangga berpartisipasi dalam acara yang menjunjung tinggi nilai toleransi ini.

Kedua creative thinking and nationalism. Berfikir dalam memecahkan masalah bangsa, tanpa menyalahkan siapapun dan bangga menjadi Indonesia dengan berkarya melalui seni ataupun teknologi.

Ketiga listening skill. Melatih kemampuan siswa sebagai pendengar yang baik, tanpa memberikan kehangatan dan peningkatan softskill.

Keempat respect and teamwork. Contohnya adalah peduli terhadap kondisi kelompok, mau berpendapat dan saling bekerja sama bergerak dalam  tim, agar tujuan kelompok tercapai secara efektif dan efisien.

Kelima public speaking, case analysis and give more impact. Melatih kemampuan bicara di depan umum dengan sesuai fakta dan data, lalu berfikir memecahkan masalah tersebut dengan memberikan dampak ke lingkungan sekitar.

Kesan yang didapat Muhammad Naufal Fitro dalam Jambore Pelajar Teladan Bangsa 2019 ini adalah, kegiatan ini  sangat positif karena memberikan berjuta pengalaman berharga bagi pemuda pelajar Indonesia yang menjunjung tinggi nilai toleransi antar umat beragama. Dia juga termotivasi untuk menjadi pelajar teladan bangsa bagi Provinsi Riau dan Indonesia.









 


Post a Comment

10 Comments