loading...

Filosofi Bulan Purnama


Sahabat yang budiman! Pada saat mendengar bulan purnama sebagian masyarakat bergembira untuk melihat dan mengabadikan moment indah tersebut yang hanya datang sekali sebulan. Sementara,  sebagian yang lain terkadang menjadikan bulan purnama sebagai sesuatu yang harus dihindari, dijauhi bahkan ditakuti karena mitos dan keyakinan tentang cerita bulan purnama yang telah turun temurun dari nenek moyang kita.

Sebenarnya, secara ilmiah bulan purnama adalah sebuah kejadian saat dimana bulan terlihat bundar dan  utuh karena memantulkan cahaya matahari dengan terang dan indah. Bulan purnama umumnya terjadi pada hari ke 14 setelah terjadinya fase bulan baru. Bulan purnama terjadi ketika posisi kedudukan bumi berada di antara bulan dan matahari dalam keadaan relatif satu garis lurus.

Sahabat yang budiman! Seluruh sisi bulan yang diterangi matahari menjadi terlihat sehingga pada bulan purnama, bulan terlihat bulat utuh dan sangat terang. Pada waktu bulan purnama banyak bagian bulan yang dapat diamati dari bumi, dan kebanyakan adalah bentuk permukaannya yang berupa kawah. Karena pada saat purnama, beberapa kawah pada permukaan bulan terlihat seperti terdapat pancaran garis – garis yang berasal dari pusat kawah.

loading...
Pancaran dari garis-garis yang berasal dari pusat kawah tersebut berasal dari hamburan partikel-partikel yang terlempar ke atas saat meteorit jatuh ke permukaan bulan dan membentuk kawah. Pancaran ini dapat digunakan untuk mengukur umur kawah. Semakin banyak dan jelas pancaran yang terlihat maka umur kawah relatif masih muda.

Sahabat  yang budiman! Beberapa ahli percaya pengaruh bulan pada perilaku manusia, terutama tidur, hari seolah kembali siang di mana itu adalah sumber penting cahaya. Bentangan kecerahan pada waktu malam hari dapat mempengaruhi hormon-hormon tertentu.

Bagi kehidupan kita, bulan purnama adalah sebuah moment yang sangat kita nanti.  Cerita indah bulan purnama tentu akan semakin bermakna bagi anak-anak yang yang tinggal di dusun yang belum teraliri listrik. Anak-anak di didusun yang jauh dari keramaian  akan sangat bergembira menunggu malam bulan purnama dimana mereka akan melihat keutuhan sempurna dari sang bulan.

Gelak tawa anak-anak yang berkumpul pada saat bulan purnama yang hanya sekedar ingin bermain gobang sodor ataupun  petak umpet,  suara siamang dari kejauhan dan nyanyian katak-katak yang silih berganti membuat suasana akan semakin ramai dan penuh kedamaian. Sementara, sang bulan pun telah mengeluarkan cahaya perak elok dan kebulatan yang indah dan sempurna membuat malam itu malam yang penuh makna bagi hidup mereka. Bulan purnama adalah sebuah  karunia indah bagi anak-anak desa yang belum mengenyam listrik dan jauh dari hingar bingarnya kota.

Sahabat yang budiman! Cahaya bulan purnama yang tidak tidak seterang dan sepanas cahaya matahari sangat bermanfaat bagi banyak makhluk dalam gelapnya malam termasuk manusia. Sehingga banyak cerita indah yang sekaligus menjadi inspirasi dan filosofi bagi umat manusia. Beberapa filosofi bulan purnama adalah sebagai berikut:

1.Cahaya bulan purnama yang tidak seterik cahaya matahari menggambarkan kehidupan yang penuh dengan keteduhan dan kedamaian

Sahabat yang budiman! Cahaya bulan yang begitu teduh dan samar-samar telah membawa kita semua kedalam suasana tenteram dan damai seiring dengan kemunculannya pada malam hari. Saat dimana semua manusia beristirahat dari semua hiruk pikuk kesibukan disiang harinya.

Cahaya bulan purnama membawa keteduhan hati dan jiwa yang melihatnya dan menikmatinya. Malam adalah sebuah waktu dimana semua yang ada dimuka bumi ini berkumpul dan bercengkerama dengan sanak famili, handai taulan dan keluarga. Kedamaian akan suasana bulan purnama seolah telah melengkapi kebahagiaan hidup mereka.

Adalah sebuah moment paling berharga dan akan selalu dinanti oleh siapapun yang ada dimuka bumi ini. Bulan purnama yang terjadi pada malam hari merupakan moment paling berharga bagi manusia untuk bersama dengan keluarga menikmati indahnya cahaya bulan purnama. Damai hati, damai perasaan dan damai jiwa bersama orang-orang terdekat dan keluarga tercinta.

loading...
2.Cahaya bulan purnama yang samar-samar dan tidak begitu terang menggambarkan bahwa menjalani kehidupan ini secara  sederhana, apa adanya dan semampunya.

Kesederhanaan hidup adalah sesuatu yang sangat penting bagi semua manusia, walaupun pada saat yang bersamaan bergelimang dengan harta. Ada pelajaran yang paling berharga bahwa cahaya bulan purnama memberi makna tentang sebuah kesederhanaan hidup umat manusia.

Apapun yang kita miliki didunia ini hanyalah sebuah titipan dari yang Maha Kuasa. Tidak akan pernah abadi dan pasti akan kembali lagi kepada Sang Pemberi. Hidup bergelimang harta adalah hal yang biasa bagi yang memilikinya. Tetapi hidup sederhana adalah pilihan. Pilihan untuk selalu mensyukuri nikmat Tuhan yang tidak ada habisnya.

3.Dampak bulan purnama yang menyebabkan pasang paling tinggi, migrasi burung yang cenderung kembali ketempat semul, dan hasil tangkapan nelayan yang berkurang mengajarkan kepada kita bahwa semua yang ada didunia ini mempunyai waktu jeda dan istirahat untuk sekedar merenung tentang keagungan dan kekuasaan Tuhan terhadap semua yang ada dimuka bumi.

Sahabat yang budiman! Bukan suka cita dan duka cita yang menjadi tujuan hidup kita. Tetapi berpikir dan berjuang agar hidup kita hari ini dan besok akan lebih baik daripada hari kemarin.

Begitulah dampak bulan purnama yang telah mengajarkan kepada kita semua bahwa tubuh dan badan kita tidak boleh untuk bekerja terus-menerus tanpa henti. Tubuh kita juga perlu istirahat setelah bekerja seharian penuh.

Bulan purnama telah mengajarkan kepada kita semua bahwa apabila tubuh kita terlalu kita paksakan untuk mencapai keinginan dan ambisi kita, maka hasilnya juga tidak maksimal dan cenderung diluar ekspektasi kita.

Dampak bulan purnama juga sekaligus memberi peringatan kepada kita semua untuk selalu berbakti dan mengabdi kepada Tuhan Sang Pencipta Alam Semesta. Dampak bulan purnama juga telah mengajari kita untuk selalu meningkatkan keimanan dan ketakwaan kita terhadap Tuhan Yang Maha Kuasa.


loading...

Post a Comment

8 Comments