18 Nilai Karakter berdasarkan Budaya Bangsa Indonesia


Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) yang merupakan implementasi pendidikan karakter di sekolah menjadi sangat penting seiring dengan kemajuan teknologi informasi dan komunikasi disemua sektor kehidupan. Para siswa harus benar-benar mengamalkan pendidikan karakter sebagai ciri khas dirinya sehingga mereka akan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai karakter sebagai budaya bangsa Indonesia.

Dengan kemajuan teknologi informasi dan komunikasi di semua sektor kehidupan sesungguhnya juga menimbulkan kekhawatiran tersendiri bagi perkembangan generasi muda. Kekhawatiran tersebut antara lain memudarnya nilai-nilai budaya bangsa bagi mereka, kurangnya cinta tanah air, hilangnya sifat gotong royong, dan lain sebagainya. Sebagai generasi milenial, mereka akan segera mengisi semua lini kehidupan dengan berbagai keahlian dan keterampilan yang mereka miliki.

Apabila penanaman  nilai-nilai karakter sebagai budaya bangsa tidak berjalan dengan baik, sementara kemajuan teknologi informasi dan komunikasi berkembang pesat disemua sektor pendidikan maka akan terjadi ketidak seimbangan antara kemampuan sikap (afektif), kemampuan pengetahuan (kognitif), dan kemampuan keterampilan (psikomotorik) dengan derasnya arus kemajuan teknologi informasi dan komunikasi.

Dampak yang akan muncul adalah kemampuan kognitif dan psikomotorik akan sangat maksimal sementara kemampuan afektif siswa yang merupakan implementasi pendidikan karakter tidak maksimal. Hasilnya , generasi milenial Indonesia akan menjadi generasi yang berpengetahuan dan berketerampilan tetapi mereka tidak berkarakter sebagai budaya bangsa Indonesia.

Hal ini tentu sangat berbahaya dalam rangka mempertahankan identitas dan jati diri bangsa Indonesia sebagai tugas mulia bagi seluruh rakyat Indonesia, termasuk para generasi milenialnya. Idealnya adalah kemampuan ketiganya harus seiring dan sejalan untuk menjawab tantangan kemajuan teknologi informasi dan komunikasi.

Adapun 18 nilai karakter berdasarkan budaya bangsa Indonesia yang harus menjadi identitas bagi generasi milenial dalam kehidupan sehari-hari adalah sebagai berikut:

1. Religius

Karakter religius adalah suatu cara pandang seseorang mengenai agamanya serta bagaimana orang tersebut menggunakan keyakinan atau agamanya dalam kehidupan sehari hari.Karakter religius identik dengan tingkah laku yang agamis sehingga mengandung nilai-nilai positif. Karenanya karakter religius adalah karakter pertama yang akan mendukung karakter lain.

Praktik karakter religius disekolah dilaksanakan dengan cara dan model pembiasaan tentang kegiatan keagamaan yang dapat dilaksanakan setiap hari ataupun setiap minggu. Contoh  pembiasaan harian yaitu membaca Al Qur’an 15 menit sebelum PBM dimulai,  3S (Senyum, Sapa, Salam), pembacaan doa Asmaul Husna, dan salat dhuha dan lain sebagainya.

Contoh sederhana sikap dan tindakan yang mencerminkan karakter religius seperti berikut: siswa bersyukur terhadap hasil ulangannya, menjenguk temannya yang sakit, menolong temannya yang kena musibah. Sehingga terlaksana seimbang antara religius ibadah dengan religius sosial.Yang terpenting adalah menjadikan karakter religius ini membudaya di kalangan siswa siswi baik di lingkungan sekolah maupun masyarakat.

2. Tanggung Jawab

Untuk dapat melaksanakan tanggung jawab dengan baik maka pertama kita harus mengetahui dan memahami siapa diri kita sebenarnya. Kesadaran siapa kita akan menolong kita untuk mengerti dan tahu apa tugas, peran dan tanggung jawab kita.

Pada saat semua orang sudah memahami siapa dirinya maka secara otomatis mereka akan melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya. Contoh tanggung jawab seorang guru adalah mengajar dan mendidik siswa agar menjadi orang yang berguna bagi nusa , bangsa dan agama.

Sementara tugas siswa adalah belajar dengan baik agar dapat mencapai prestasi yang cemerlang, gemilang dan terbilang yang bermanfaat bagi masa depannya kelak. Begitu juga tanggung jawab orang tua bagaiman mereka dapat membesarkan semua anak-anaknya dengan memenuhi semua kebutuhannya agar masa depan mereka lebih baik.

Selain itu, setelah kita tahu siapa kita, maka perlu ada kemauan, tekat, komitmen yang kuat dan sungguh-sungguh untuk melaksanakan, melakukan tugas dan tanggung jawab tersebut dengan sebaik-baiknya dan sampai selesai tanpa di suruh oleh siapapun. Bertanggung jawab (karakter tanggung jawab) tidak terbatas pada pekerjaan/tugas yang akan kita kerjakan. Konsepnya melebihi dari itu. Bertanggung jawab juga mencakup harapan-harapan (hal-hal ) yang tercakup didalamnya.

Contoh, seorang siswa yang diminta untuk menyapu, -siswa yang bertanggung jawab- juga memahami harapan / hal-hal yang tidak diucapkan, seperti menempatkan kembali perlengkapan pada tempatnya, mengatur meja dan kursi dengan rapi, membuang sampah kelas yang ada dalam keranjang, dan lain sebagainya yang terkait dengan tugas tersebut.

3. Jujur

Kejujuran adalah salah satu karakter bangsa Indonesia yang tercermin dalam pancasila dan termasuk dalam nilai-nilai Kemanusian yang Adil dan Beradab(sila kedua). Kejujuran termasuk ke dalam nilai moral. Perilaku jujur adalah dasar dari segala prilaku terpuji lainnya.

Karakter jujur ini penting dan harus dimiliki semua generasi muda Indonesia agar kedepan tercipta generasi-generasi dengan kualias terbaik yang memiliki sikap jujur agar kelak pemerintahan pun dipegang orang-orang jujur.

Orang jujur tak akan pernah merugikan orang lain. Selain itu orang yang jujur pasti menjaga amanah (kepercayaan) dan orang yang amanah pasti memiliki rasa tanggung jawab yang tinggi dan menjalankan segala sesuatu dengan sungguh-sungguh dan orang yang jujur cenderung bersikap adil.

4.    Disiplin

Disiplin adalah suatu kondisi yang tercipta dan terbentuk melalui proses serangkaian perilaku yang menunjukkan nilai-nilai ketaatan, kepatuhan, kesetiaan, keteraturan dan ketertiban

Contoh perilaku tidak disiplin antara lain, datang ke sekolah tidak tepat waktu, tidak memakai seragam yang lengkap sesuai dengan yang tercantum dalam tata tertib sekolah, duduk atau berjalan dengan seenaknya menginjak tanaman yang jelas-jelas sudah dipasang tulisan “dilarang menginjak tanaman”, membuang sampah sembarangan, mencorat-coret dinding sekolah, membolos, mengumpulkan tugas tidak tepat waktu, tidak menggunakan seragam sesuai aturan, dan lain-lain.

Terjadinya perilaku tidak disiplin di sekolah, menunjukkan bahwa telah terjadi permasalahan serius dalam hal pendidikan karakter disiplin. Munculnya perilaku tidak disiplin menunjukkan bahwa pengetahuan terkait karakter yang didapatkan siswa di sekolah, tidak membawa dampak positif terhadap perubahan perilaku siswa sehari-hari.

5. Toleransi

Toleransi juga dapat berarti suatu sikap saling menghormati dan menghargai antarkelompok atau antarindividu dalam masyarakat atau dalam lingkup lainnya. Sikap toleransi dapat menghindari terjadinya diskriminasi, walaupun banyak terdapat kelompok atau golongan yang berbeda dalam suatu kelompok masyarakat. Pendidikan karakter di sekolah bagian integral dari program penguatan karakter. Karakter toleransi berfungsi untuk menumbuhkan kompetensi multikultural siswa.

Tanpa menutup mata sebenarnya sampai saat ini fenomena kasus intoleransi di lembaga pendidikan ataupun dilingkungan masyarakat memang masih terjadi. Hal ini tentu perlu dicegah melalui pengembangan pendidikan karakter di sekolah. Tujuan penelitian untuk menemukan butir-butir pernyataan yang valid dan reliabel pada instrumen skala karakter toleransi.

Sikap toleransi tentu tetap harus dibangun seiring dengan perbedaan dan keanekaragaman suku bangsa, budaya , ras dan agama. Terwujudnya kerukunan beragama dan toleransi menjadi harapan semua pihak karena bangsa Indonesia adalah beragam bukan seragam. Berbeda-beda tetapi tetap satu dibawah naungan Pancasila dan UUD 1945.

6. Kreatif

Kreativitas merupakan 'kekayaan pribadi' yang diwujudkan dalam sikap atau karakter, seperti fleksibel, terbuka, keinginan mencoba sesuatu, keteguhan, serta kemampuan menjabarkan gagasan dan kemampuan mengenal diri sendiri secara realistis Kreativitas berkembang didasari oleh potensi yang ada pada diri individu dan ditunjang oleh pengalaman selama berinteraksi dengan lingkungannya.

Perkembangan kreativitas manusia semakin maju, begitu pula dalam dunia pendidikan dengan makin banyaknya hasil penemuan dan terobosan yang dihasilkan dari siswa. Masa remaja merupakan suatu periode kehidupan untuk memperoleh dan menggunakan pengetahuan secara efisien mencapai puncaknya dan telah mampu mewujudkan suatu keseluruhan dalam belajar yang merupakan hasil dari berfikir logis.

Kreativitas mencakup kemampuan yang di cerminkan dalam kelancaran, dan keluwesan, orsinalitas untuk menciptakan inovasi sedangkan untuk mengembangkannya didasarikan pada potensi yang ada dalam diri seseorang khususnya siswa. Oleh karena itu setiap pengembangan kreativitas dapat di peroleh dari dirinya atau melalui pendidikan, pelatihan dan pengalaman, hal ini bertujuan untuk belajar kreatif dan mandiri terhadap siswa sehingga siswa dapat memecahkan masalahnya sendiri.

Proses pengembangan ini ditunjang oleh pengalaman, interaksi dengan guru, teman dan lingkungan yang ada disekitarnya.

7. Kerja Keras

Secara bahasa kerja keras artinya pantang menyerah. Kerja keras adalah kegiatan yang dikerjakan secara sungguh-sungguh tanpa mengenal lelah atau berhenti sebelum target kerja tercapai dan selalu mengutamakan atau memperhatikan kepuasan hasil pada setiap kegiatan yang dilakukan.

Kerja keras dapat diartikan bekerja mempunyai sifat yang bersungguh-sungguh untuk mencapai sasaran yang ingin dicapai. Mereka dapat memanfaatkan waktu optimal sehingga kadang-kadang tidak mengenal waktu, jarak, dan kesulitan yang dihadapainya. Mereka sangat bersemangat dan berusaha keras untuk meraih hasil yang baik dan maksimal.

Contoh perilaku kerja keras, tekun, ulet dan teliti. Sikap kerja keras, tekun, ulet dan teliti sangat berkaitan erat. Maksudnya sebuah usaha yang dilakukan dengan giat atau keras maka akan lebih maksimal apabila diiringi dengan ketekunan, keuletan dan ketelitian.

Sifat kerja keras berarti tidak mudah putus asa bila dalam bekerja atau belajar menemui hambatan, tetap berusaha mencari jalan keluar terhadap masalah yang dihadapi, menyelesaikan pekerjaan tidak menunda-nundanya, tidak cepat merasa puas, akan tetapi terus terpacu untuk lebih kreatif, senantiasa bertanggung jawab terhadap pekerjaan yang dilakukan, tidak merasa putus asa dan melakukan pekerjaan didahului dengan perencanaan yang matang sehingga pekerjaan dapat dilakukan dengan ringan.

8. Mandiri

Pengetian kata mandiri menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah dalam keadaan dapat berdiri sendiri; tidak bergantung pada orang lain. Kata bendanya adalah kemandirian yang artinya adalah hal atau keadaan dapat berdiri sendiri tanpa bergantung pada orang lain.sinonim dari kata mandiri adalah berdikari, yaitu berdiri di atas kaki sendiri; tidak bergantung pada bantuan orang lain.

Pendidikan karakter mandiri adalah pendidikan yang membentuk akhlak, watak, budi pekerti, dan mental manusia agar hidupnya tidak tergantung atau bersandar kepada pihak-pihak lain, tidak bergantung pada bantuan orang lain. Pendidikan karakter mandiri bertujuan untuk insan-insan yang percaya kepada dirinya sendiri dalam mengerjakan sesuatu urusan.

Karakter mandiri mendorong dan memacu seseorang untuk memecahkan sendiri persoalan hidup dan kehidupannya, sehingga dia termotivasi untuk berinisiatif, berkreasi, berinovasi, proaktif dan bekerja keras. Pendidikan budi pekerti mandiri memacu keberanian seseorang untuk berbuat atau bereaksi, tidak pasrah dan beku, tetap dinamis, energik dan selalu optimis menuju ke masa depan

Seseorang yang berkarakter mandiri, setelah tamat sekolah ia akan menggunakan ilmunya untuk menciptakan lapangan kerja dan menghasilkan uang. Sedangkan seorang yang bermental pegawai atau kuli, setelah menamatkan sekolahya, akan menggunakan ilmunya untuk mencari kerja, dan memboros-boroskan uang, serta bergantung kepada pihak-pihak lain.

Dengan demikiansudah saatnya istilah siap pakai harus dikubur dalam-dalam, harus segera diganti dengan istilah siap mandiri. Sebab dalam kata siap pakai terkandung konotasi negatif, sedangkan pada kata siap mandiri terkandung makna positif. Siap pakai bersifat pasif, statis, dan bermental pengemis, sedangkan siap mandiri bersifat aktif, dinamis, kreatif dan produktif dan progresif.

Keberhasilan merupakan syarat untuk mencapai kemandirian. Tiada keberhasilan tanpa kerja keras, tiada kerja keras tanpa kemandirian, tiada kemandirian tanpa pendidikan dan pembentukan akhlak atau karakter mandiri.

9. Demokratis

Berasal dari kata budi (akal) dan daya (kemampuan) yang berarti kemampuan akal manusia. Jadi budaya demokrasi adalah  kemampuan manusia yang berupa sikap dan kegiatan  mengharagai persamaan, kebebasan dan peraturan sedang demokrasi berasal dari demos dan kratos artinya  rakyat dan pemerintahan.

Karakter demokratis memiliki karakter sebagai sebagai berikut: sehat jasmani dan rohaninya, memiliki pengetahuan  dan ketrampilan, dapat mengembangkan kreativitas dan tanggung jawab, sikap demokrasi dan penuh tenggang rasa, cerdas, berbudi pekerti yang luhur, mencintai bangsanya dan mencintai sesama manusia, beriman dan bertaqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa, berkepribadian, berdisiplin, bekerja keras, tangguh, bertanggung jawab,  setia kawan, percaya pada diri sendiri, sikap menghargai jasa para pahlawan, inovatif dan kreatif, serta berorientasi ke masa depan.

Ciri-ciri karakter tersebut secara normatif dapat diterima oleh semua kalangan. Persoalannya, bagaimana mengukur keberhasilan pencapaian ciri-ciri positif karakter tersebut, tampaknya tidak terselesaikan hingga gerakan reformasi bergulir. Pembentukan karakter warga negara cenderung sebagai retorika pembangunan seperti dalam jargon membangun manusia Indonesia seutuhnya sebagai bentuk pengamalan Pancasila dan UUD 1945.

10. Rasa Ingin Tahu

Pengertian rasa ingin tahu dari beberapa pendapat para ahli di atas dapat disimpulkan bahwa rasa ingin tahu adalah suatu rasa atau kehendak yang ada dalam diri manusia yang mendorong atau memotivasi manusia tersebut untuk berkeinginan mengetahui hal-hal yang baru, memperdalam dan memperluas pengetahuan yang dimiliki.

Rasa ingin tahu merupakan salah satu dari nilai 18 karakter bangsa yang terkandung dalam pendidikan karakter yang di dalamnya terdapat pendidikan nilai, pendidikan budi pekerti atau pendidikan moral yang tujuannya untuk mengembangkan kemampuan peserta didik untuk memberikan keputusan baik-buruk, memelihara nilai-nilai yang baik, dan menerapkan nilai-nilai baik tersebut dalam kehidupan sehari-hari.

Rasa ingin tahu juga merupakan sikap dan tindakan yang selalu berupaya untuk mengetahui lebih mendalam dan meluar dari sesuatu yang dipelajarinya, dilihat, atau didengar. Selain itu, rasa ingin tahu adalah keinginan untuk meyelidiki, dan mencari pemahaman terhadap rahasia alam atau peristiwa sosial yang terjadi.

Rasa ingin tahu merupakan bagian penting dari proses pembelajaran karena rasa ingin tahu mendorong terwujudnya kebermaknaan dalam belajar sehingga rasa ingin tahu merupakan jiwa dan hakikat budaya belajar. Keingintahuan seorang siswa dapat dicirikan dengan seringnya bertanya dan mencari tahu tentang sesuatu yang sedang dihadapi. Melalui rasa ingin tahu, seseorang terdorong untuk mempelajari lebih lanjut tentang pengetahuan yang bermanfaat bagi dirinya maupun orang lain.

11. Semangat Kebangsaan

Semakin berkembangnya radikalisme beragama di tengah masyarakat menjadi ancaman bagi kesatuan bangsa Indonesia. Salah satu upaya strategis menangkal radikalisme beragama di Indonesia adalah melalui program pendidikan karakter di sekolah.

Semangat kebangsaan harus tetap ditanamkan didalam jiwa generasi muda penerus bangsa agar mereka selalu mencintai bangsa dan negaranya ditengah kemajuan informasi, komunikasi dan teknologi di semua sektor kehidupan. Semangat kebangsaan adalah wujud mencintai tanah air Indonesia. Semangat kebangsaan juga akan memacu semangat bagi generasi muda untuk memberikan yang terbaik buat negaranya.

12. Cinta Tanah Air

Cinta tanah air adalah mencintai bangsa sendiri, yakni munculnya perasaan mencintai oleh warga negara untuk negaranya dengan sedia mengabdi, berkorban, memelihara persatuan dan kesatuan, melindungi tanah airnya dari segala ancaman, gangguan dan tantangan yang dihadapi oleh negaranya.

Cinta tanah air adalah mencintai bangsa sendiri, yakni munculnya perasaan mencintai oleh warga negara untuk negaranya dengan sedia mengabdi, berkorban, memelihara persatuan dan kesatuan, melindungi tanah airnya dari segala ancaman, gangguan dan tantangan yang dihadapi oleh negaranya.

Dalam definisi lain, cinta tanah air adalah munculnya rasa kebanggaan, rasa kecintaan, rasa memiliki, rasa menghargai, rasa menghormati, rasa kesetiaan dan kepatuhan yang dimiliki oleh setiap warga negara terhadap negaranya atau tanah airnya.Kita sebagai warga negara Indonesia dan Indonesia sebagai tanah air kita, maka kita harus memiliki perasaan cinta tanah air dan mewujudkan kecintaan itu dalam kehidupan sehari-hari.

Wujud kecintaan warga negara kepada tanah airnya dapat dimulai dari hal-hal yang sederhana yaitu mencerminkan perilaku cinta tanah air dengan ikut serta dalam pembangunan nasional. Setiap warga negara ikut serta dalam pembangunan nasional melalui bidangnya masing-masing, misal bekerja dengan baik sesuai dengan keahlian yang dimiliki, membayar pajak dan membayar pajak dengan tepat waktu, mencintai produk-produk Indonesia dengan lebih mengutamakan membeli produk-produk dalam negeri dibanding produk-produk asing. Jadi, sebagai warga negara, kita boleh saja membeli produk-produk asing.

13. Menghargai Prestasi

Deskripsi menghargai prestasi adalah sikap dan tindakan yang mendorong dirinya untuk menghasilkan sesuatu yang berguna bagi masyarakat dan mengakui ,serta menghormati keberhasilan orang lain.

Sekecil apapun prestasi yang kita miliki merupakan anugerah terindah dai Tuhan Yang Maha Kuasa yang harus kita jadikan semangat untuk berkarya lagi. Menghargai prestasi juga bukan tentang berapa besar dan tingginya prestasi yang kita raih, tetapi bagaimana dari prestasi yang kita raih kita dapat mensyukurinya.

Menghargai prestasi adalah cara terbaik untuk memulai prestasi yang lebih tinggi. Prestasi yang tinggi juga akan membuat seseorang lebih termotivasi lagi untuk mempertahankannya. Tetapi harus selalu kita ingat bahwa mempertahankan prestasi tentu akan lebih sulit daripada meraihnya.

14. Bersahabat/komunikatif

Sikap Bersahabat/Komunikatif adalah tindakan yang memperlihatkan rasa senang berbicara, bergaul, dan bekerja sama dengan orang lain. ... Karakter sikap bersahabat/komunikatif menunjukkan kemampuan seseorang dalam menyampai kan ide-idenya atau sebuah pikirannya kepada orang lain dalam bergaul.

Implementasi nyata dari karakter bersahabat/komunikatif adalah dalam bentuk ekstra kurikuler Pramuka. Aktualisasi pramuka telah mengajarkan karakter bersahabat/komunikatif. Kegiatan Pramuka dapat melatih dan membiasakan anak dalam hal persahabatan dan komunikasi anak. Contohnya saja saat kegiatan Pramuka sedang melakukan kegiatan latihan namun perkelompok, di sini anak secara tidak langsung akan melakukan kerjasama antar sesama teman.

Selain itu, saat kegiatan jelajah pasti anak secara tidak langsung akan melakukan kerjasama dan komunikasi dengan temannya untuk mencari jejak yang benar. Dalam bekerjasama tersebut pasti anak akan melakukan komunikasi antar secara teman. Apabila anak terbiasa melakukan komunikasi yang baik ini akan mampu membawa pengaruh yang baik juga terhadap diri anak. Anak akan mampu melakukan komunikasi yang baik di lingkungan sekolah maupun di lingkungan masyarakat.

Banyak sekali anak yang baik dalam berkomunikasi dalam lingkungan keluarga namun pada saat di lingkungan masyarakat, anak tidak mampu melakukannya bahkan bisa di bilang pasif dalam berkomunikasi. Melalui kegiatan pramuka ini, anak akan di latih atau terbiasa untuk melakukan komunikasi dan kerjasama yang baik.

Dengan kegiatan pramuka ini juga mampu membuat anak memiliki banyak teman, bukan hanya dari teman sekelasnya saja. Karena biasanya anak hanya akan berteman dengan teman di kelasnya saja. Dengan kegiatan Pramuka ini anak akan mampu berteman dengan siapa saja bukan hanya teman di kelasnya.

Anak yang mampu memiliki karakter bersahabat/komunikatif yang baik akan terbukti memiliki banyak teman karena karakternya itu. Hal ini terbukti kalau kegiatan Pramuka sangat bermanfaat dalam membetuk karakter bersahabat/komunikatif anak menjadi lebih baik. Melalui kegiatan yang ada di dalam pramuka akan mampu melatih karakter bersahabat dan komunikatif anak.

15. Cinta Damai

Berbagai kekerasan yang muncul belakangan ini menunjukkan bahwa lembaga pendidikan di Indonesia boleh dibilang gagal berperan sebagai pranata sosial yang mampu membangun karakter tunas-tunas bangsa sesuai dengan ajaran agama dan nilai-nilai luhur kebangsaan yang dicita-citakan. Lembaga pendidikan di Indonesia seolah-seolah tidak mampu menegakkan nilai-nilai toleransi,  demokrasi, dan menyiapkan generasi yang kritis dengan basis pengetahuan dan kompetensi.

Barangkali ini menjadi potret kegagalan pendidikan karakter dalam mengajarkan tentang watak yang baik, terutama dalam berperilaku dalam kehidupan sehari-hari. Kecenderungan maraknya tindakan kekerasan di kalangan anak usia muda bisa berpengaruh pada perilaku mereka ketika sudah menginjak usia dewasa, sehingga boleh jadi pendidikan agama sangat menentukan terhadap pembinaan karakter yang halus dalam menyikapi suatu kondisi yang dianggap mengalami kekacauan.

Dari sinilah dibutuhkan strategi yang efektif untuk meredam aksi kekerasan yang sering melibatkan kalangan anak didik di berbagai lembaga pendidikan. Salah satunya adalah dengan memberikan pengajaran tentang pentingnya cinta damai sejak usia dini.

16. Gemar Membaca

Kebiasaan menyediakan waktu untuk membaca berbagai bacaan yang memberikan kebajikan bagi dirinya.

Membaca adalah jendela ilmu, itulah ungkapan yang digunakan oleh media dahulu. Pernyataan itu memang tepat, karna memang buku atau literatur memang merupakan salah satu sumber ilmu yang utama. Untuk dapat menyerapnya, kita harus membaca.

Pembudayaan membaca tentu menjadi nilai tambah positif bagi peningkatan mutu pendidikan karena dengan membaca akan bertambah wawasan, pengetahuan, serta ilmu para siswa. Perpustakaan menjadi salah satu motor terdepan dalam upaya pembudayaan membaca. Untuk itu secara optimal, perpustakaan yang ada sekarang penting untuk dikembangkan dan dimanfaatkan.

17. Peduli Lingkungan

Karakter Peduli Lingkungan Siswa Sekolah dasar Peduli lingkungan merupakan sikap dan tindakan yang selalu berupaya mencegah kerusakan lingkungan alam di sekitarnya dan pengembangkan upaya-upaya untuk memperbaiki kerusakan alam yang sudah terjadi.

Dalam implementasi karakter peduli lingkungan, lembaga pendidikan mengalami beberapa kendala. Kendala-kendala tersebut antara lain:alam pembudayaan karakter peduli lingkungan yang belum terlalu membumi dilingkungan generasi muda. Lingkungan dimana anak itu berada sangat berpengaruh terhadap pembentukan karakter anak. Anak yang tinggal dilingkungan yang masyarakatnya kurang menjaga lingkungan akan sulit untuk menerima perubahan walaupun perubahan itu kearah kebaikan.

Lingkungan yang dimaksud bisa berupa lingkungan keluarga, masyarakat ataupun lingkungan sekitar. Misalnya dalam lingkungan keluarga, anak terbiasa meniru orang tuanya yang suka buang sampah/pembungkus makanan seenaknya didalan rumah atau di halaman.

Orang tua tidak menyediakan tempat sampah dirumah juga menjadikan anak suka membuang sampah sembaranagan. Begitu juga di lingkungan lainnya. Anak usia sekolah dasar cenderung masih melakukan hal-hal yang sering dilihatnya. Sehingga untuk itu para orang tua hendaknya memberikan contoh yang baik terutama kepeduliannya terhadap lingkungan atau kebersihan.

18. Peduli Sosial

Kepedulian sosial sebagai salah satu inti dalam implementasi pendidikan karakter adalah sikap dan tindakan yang selalu ingin memberi bantuan pada orang lain dan masyarakat yang membutuhkan. Kepedulian sosial ini merupakan implementasi kesadaran manusia sebagai makhluk sosial yang tidak dapat hidup sendiri. Peduli sosial adalah sikap dan tindakan yang selalu ingin memberikan bantuan kepada orang lain dan masyarakat yang membutuhkan.

Sikap toleransi dan peduli sosial yang ditunjukkan siswa ditandai dengan menghargai pendapat orang lain baik, bersahabat tanpa membedakan suku dan agama, sikap saling menghargai, mengendalikan emosi, tidak mengejek teman, merancang dan melakukan berbagai kegiatan sosial,  menghormati petugas-petugas sekolah, saling membantu, menjenguk teman yang sakit, dan melayat apabila ada orang tua siswa meninggal. Manusia adalah makhluk sosial yang selalu membutuhkan pihak lain.

Seseorang manusia tidak akan mungkin tumbuh secara ideal tanpa bantuan dari orang lain. Membantu dan memikirkan kepentingan orang lain adalah suatu tindakan terpuji. Tidakan seperti itulah yang sering disebut dengan peduli atau kepedulian.

Pendidikan karakter peduli sosial merupakan hal penting yang harus ditumbuhkan kepada siswa agar mempunyai rasa peka terhadap kondisi yang berada disekitarnya dan saling menghormati. Dari pentingnya pendidikan karakter tersebut diharapkan siswa dapat menumbuhkan karakter dirinya menjadi pribadi yang baik dan mempunyai karakter yang baik terutama pada karakter peduli sosial.


Post a Comment

0 Comments