loading...

Membangun Visi Organisasi yang Efektif untuk Masa Depan

loading...
Sahabat  yang budiman! Sebagaimana telah kita pahami bersama bahwa tujuan akhir dari proses perencanaan strategis adalah untuk mengembangkan pemahaman atau cara pandang lembaga/organisasi  terhadap prospek organisasi yang lebih baik pada masa yang akan datang.

Prospek organisasi kedepan harus tergambar dengan jelas,  akan seperti apa sebenarnya  sebuah organisasi atau institusi tersebut dimasa yang akan datang. Untuk menggambarkan dan membayangkan bentuk organisasi tersebut dimasa yang akan datang, maka dibutuhkan sebuah visi yang jelas, ringkas dan terukur sehingga visi tersebut dapat diwujudkan.

Sahabat  yang budiman! Dalam rangka  mewujudkan hal tersebut maka dibutuhkan strategi yang tepat dan akurat,  cara mencapainya dapat dilaksanakan dengan penuh perhatian dan kerja keras agar sukses dalam mewujudkannya.Visi organisasi menjadi sangat penting untuk memulai pekerjaan besar tersebut.

Sahabat yang budiman! Visi organisasi juga dapat dijadikan panduan/acuan untuk memulainya. Visi organisasi juga harus di sosialisasikan sekaligus di implementasikan dalam menjalankan pekerjaan dan rutinitas kerja sehingga pola kinerja anggota organisasi akan lebih terarah pada visi yang telah ditetapkan.

Selain itu, visi organisasi merupakan tanggung jawab dan urusan seluruh para stake holder dalam organisasi tersebut. Dengan visi yang baik dan terarah maka kualitas akan semakin terjaga. Visi organisasi harus jelas, ringkas, dan bermanfaat bagi kinerja anggota organisasi. Beberapa alasan yang menyebabkan hal tersebut terjadi adalah bahwa  sebuah visi yang berjalan beriringan dengan misi akan berjalan baik apabila visi tersebut jelas, ringkas dan bermanfaat bagi seluruh stake holder. Misi adalah kerangka dari tujuan organisasi, sementara visi berjalan untuk menggambarkan harus bagaimana atau harus seperti apa sebuah organisasi tersebut menunjukkan eksistensinya ketika keduanya berjalan dengan baik dan beriringan(Lonnie Helgeson dalam personal communication, 1986).

Sahabat yang budiman! Dalam mengembangkan sebuah visi yang memberikan gambaran tentang masa depan  sebuah organisasi membutuhkan lebih banyak waktu daripada merumuskan pernyataan misi untuk mendukung visi tersebut. Hal ini juga menjadi lebih sulit karena kebanyakan organisasi sesungguhnya adalah bersifat koalisi (Pfeffer and Salancik, 1978). Visi juga biasanya merupakan kesepakatan negosiasi bagi para pesaing dalam  koalisi tersebut.

Tantangan terbesar dalam merencanakan sebuah visi yang konstruktif justru terkadang berasal dari anggota organisasi itu sendiri yang sering merasa khawatir tentang pencapaian dan realisasi dari visi itu sendiri. Sebenarnya jika konseptor sebuah visi mempunyai sifat  profesional dalam merespon kritik dari orang lain terhadap visi yang di buat, maka mereka akan  tetap menjadikan kritik tersebut sebagai sebuah motivasi untuk membuat visi yang lebih baik dan sekaligus sebagai pemicu untuk mewujudkan visi tersebut secara cemerlang.

Sahabat yang budiman! Semua anggota organisasi harus mempunyai satu komitmen besar dalam rangka mewujudkan visi organisasi. Hal ini akan sangat bermanfaat sebagai pembuktian dan jawaban terhadap kritik yang diberikan orang lain. Awalnya barangkali mereka kecewa karena dalam mewujudkan vis8  akan banyak perjuangan dan pengorbanan, tetapi tanpa disadari ternyata   setelah visi tersebut dapat diwujudkan maka beban dan tanggung jawab tersebut terasa ringan dan hilang.

Dalam merancang sebuah visi organisasi ada banyak hal yang harus di perhatikan, salah satunya adalah visi yang dibuat dan dicanangkan hendaknya harus efektif dan menarik. Walaupun sebuah visi dibuat menarik dan sangat membantu untuk memperbaiki kinerja oraganisasi bukan berarti hal tersebut serta merta dapat memperbaiki kinerja organisasi jika tidak didukung oleh seluruh stake holder.

Sahabat yang budiman! Semua orang yang termasuk dalam anggota organisasi tersebut punya hak untuk tidak menyetujui sebuah visi yang akan dicanangkan, sehingga dalam merumuskan visi memang perlu tahapan-tahapan yang harus dilalui yang salah satunya adalah adanya team work yang bertugas merumuskan visi organisasi tersebut(Fisher and Ury, 1981;Cleveland, 1985). Secara sederhana untuk merangkai sebuah isu strategis sering terlihat dari perbaikan efektifitas organisasi tersebut sebagaimana dikemukan oleh Woody Allen bahwa 80 % kesuksesan ditentukan oleh eksistensi. Apabila terjadi perpaduan antara komitmen mewujudkan visi dan eksistensi maka hal tersebut akan menjadi lebih baik.

Hasil dan Capaian yang diinginkan

Sahabat yang budiman! Pada saat visi organisasi yang efektif tidak menjadi prioritas untuk memperbaiki kinerja organisasi maka akan sangat sulit untuk membayangkan kebenaran kinerja organisasi yang tidak mempunyai konsep yang jelas dan mendalam. Dampaknya adalah organisasi tersebut akan sangat sulit dalam mengukur akan seperti apa dan bagaimana mencapai visi organisasi tersebut.

Para sahabat budiman! Sesungguhnya, sangat sulit untuk kita bayangkan bagaimana sebuah organisasi akan menunjukkan eksistensi dalam jangka waktu yang lama tanpa sebuah visi yang inspiratif. Asumsinya adalah kunci kehebatan kinerja organisasi sangat tergantung pada para pembuat keputusan (decision maker) . Tiga langkah yang harus diambil untuk mewujudkan hal tersebut adalah:

1. Kesuksesan sebuah visi membutuhkan persiapan. Jika visi digunakan untuk memberikan panduan dan motivasi, maka visi harus mencakup beberapa komponen berikut ini: a). Misi, b). Filosofi dasar dan nilai nilai inti. c). Sasaran ( jika sasaran tersebut dibuat), d). Strategi dasar. e). Kriteria kinerja, f). Aturan dalam membuat keputusan penting, g). Standar etika yang diharapkan seluruh stake holder

Sahabat yang budiman! ternyata sebuah visi harus menekankan pada tujuan, tingkah laku/tindakan, kriteria kinerja, aturan dalam membuat keputusan, dan standar pelayanan publik yang baik. Panduan tersebut menawarkan pada kita bahwa visi harus lebih spesifik dan masuk akal. Pernyataan tentang visi semestinya  harus memasukkan janji sehingga organisasi tersebut akan mendukung seluruh anggotanya untuk mencapai dan mewujudkan visi tersebut. 

loading...
2. Visi harus beredar luas kepada seluruh  anggota organisasi dan juga kepada seluruh stake holder setelah melakukan konsultasi dengan tepat  dan diadakan peninjauan secara rutin. Visi bisa jadi mempunyai sedikit dampak yang kurang baik jika anggota organisasi kurang memahami visi yang telah dibuat.

Sahabat yang budiman! Sosialisasi dan komunikasi adalah kata kunci bagi seluruh stake holder dalam sebuah organisasi. Tanpa hal tersebut maka terkadang miskomunikasi menjadi masalah besar dalam sebuah organisasi.

3. Visi harus digunakan untuk memberikan informasi baik secara mayor dan minor bagi organisasi dalam membuat keputusan dan tindak lanjut organisasi. Mempersiapkan sebuah visi sangat menghabiskan waktu jika tidak mempunyai efek perilaku. Dengan kata lain, pernyataan visi yang dibuat hanya diletakkan diatas meja dan hanya dipajang sebagai hiasan dinding ketika ada pertemuan pertemuan resmi saja dan sistem pengukuran kinerja dari visi yang telah dibuat semestinya harus tegas dan dapat dipertanggung jawabkan sehingga akan berdampak pada kinerja organisasi.

Sahabat yang budiman! Ada beberapa keuntungan yang diperoleh dari sebuah visi yang jelas, ringkas, inspiratif dan berorientasi pada masa depan serta berpandangan luas adalah sebagai berikut.

1. Anggota organisasi akan diberikan  dukungan petunjuk kerja  secara spesifik dan masuk akal. Jika terdapat selisih paham dalam melaksanakan visi maka kata yang sering muncul untuk memotivasi adalah “Do your best!” sehingga masing masing anggota organisasi akan lebih menyadari akan peranan dan tanggung jawab masing masing.

Sahabat yang budiman! Visi yang dapat diterima secara luas cukup direkam dalam sebuah konsensus/kesepakatan pada akhirnya dan hal ini berarti untuk menghubungkan usaha-usaha dan kerja keras dari para anggota organisasi dalam menjalankan perintah pada saat yang bersamaan akan memberikan kerangka kerja bagi improvisasi dan inovasi dalam mewujudkan tujuan organisasi(Taylor, 1984).

2. As Kant berpendapat dalam bukunya, conception precedes perception(May, 1969). Manusia harus mempunyai beberapa konsep dalam mencapai tentang sukses seperti apa dan keinginan sikap apa yang harus sebelum mereka berkaca pada diri masing-masing.

Visi juga memberikan konsep bahwa manusia ingin mendiskriminasikan terhadap sesuatu yang tidak menjadi tujuan organisasi. 

3. Jika ada kesepakatan tentang sebuah visi, dan jika petunjuk pelaksanaan jelas dalam mewujudkannya maka aturan dalam membuat keputusan dapat diambil dari sini dan organisasi pun akan tumbuh, berkembang dan semakin kuat.

Tidak ada gunanya memperdebatkan apa yang harus dikerjakan, bagaimana mengerjakannya, dan mengapa mengerjakannya karena tidak akan berguna bagi kemajuan organisasi.

4. Dua hal yang menyatakan bahwa tujuan yang telah dicapai terwujud dan berkembang luas karena memang visi yang dibuat spesifik dan masuk akal, dan hal tersebut dapat berkembang luas karea didukung oleh para anggota organisasi yang sama-sama mempunyai komitmen untuk mewujudkannya(Locke, Shaw, Saari, and Latham, 1981). 

5. Keberhasilan dalam mewujudkan visi memberikan jalan untuk mengklaim atau menegaskan komitmen pada saat sekarang dan pada masa yang akan datang. Jika masa depan adalah apa yang kita kita buat sekarang, kemudian visi adalah kerangka atau gambaran masa depan yang ingin kita miliki.

Sahabat laman24.com yang budiman! Visi yang di canangkan bersifat  memaksa, menciptakan  dan mewujudkan cita-cita bersama  yang dimulai pada saat sekarang. Manusia tidak boleh memprediksi masa depan karena akan berbahaya bagi kelangsungan organisasi yang sudah baik, tetapi manusia harus menciptakannya.

6. Visi yang jelas dan masuk akal akan membuat tensi yang bermanfaat untuk kenyataan dunia saat ini dan kenyataan dunia yang kita inginkan dimasa yang akan datang.

Jika tujuan visi adalah untuk memotivasi maka visi tersebut harus dirancang setinggi mungkin untuk memberikan tantangan, tetapi juga tidak boleh terlalu tinggi dan terlalu menekan karena justru akan menciptakan keputus asaan apabila tidak dapat mewujudkannya.

7. Visi yang inspiratif akan menambah sumber motivasi lain seperti sebuah panggilan jiwa. Jika visi organisasi adalah sebuah panggilan jiwa maka semua individu akan mendedikasikan dirinya untuk mewujudkan visi yang telah dicanangkan bagi masa depan yang lebih baik. 

8. Visi yang di artikulasikan dengan baik akan sekurang-kurangnya membantu manusia untuk mengenal rintangan dan hambatan dalam mencapai sebuah visi organisasi.

9. Visi yang jelas memberikan efektifitas pergantian kepemimpinan(Ker and Jermier, 1978;Manz, 1986). Manusia dapat memimpin dan memajemen dirinya jika mereka diberikan petunjuk yang jelas tentang perintah organisasi dan perilaku yang diharapkan.

Sahabat laman24.com yang budiman! ternyata lebih efektif dalam membuat keputusan dapat melahirkan sebuah jarak dari pusat organisasi dan dari atasan ke bawahan sebagai sebuah hirarki.

10. Pada saat membangun sebuah visi barangkali kesulitan yang muncul adalah sulitnya beradaptasi dengan keadaan politik pada saat itu. Hal ini dapat menghambat ketercapaian visi yang telah dicanangkan. 

11. Untuk menyebarluaskan dan berbagi visi yang telah dibuat akan mempengaruhi kualitas moral manusia dalam menanamkan kebaikan bagi sebuah organisasi.

Visi organisasi bukan hanya menampilkan kulit luarnya saja, tetapi semua orang berharap sebuah tindak lanjut yang konsisten dan secara moral dapat dibenarkan dalam mencapai kebenaran moral yang sesungguhnya(Frederickson, 1982). Kesuksesan sebuah visi memberikan legalitas penting, pembenaran, dan legitimasi dalam menindak lanjuti dan membuat keputusan dari visi yang telah dicanangkan.




Contoh Visi Organisasi

1. VISI PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH DAERAH TAHUN 2014-2019 SEBAGAI BERIKUT:

“ Terwujudnya Provinsi Riau yang maju, masyarakat sejahtera, berbudaya Melayu dan berdaya saing tinggi, menurunnya kemiskinan, tersedianya lapangan kerja serta pemantapan aparatur”.

 Misi Pembangunan  Jangka Menengah  Daerah  Provinsi Riau 2014 - 2019, sebagai berikut : 

1. Meningkatkan Pembangunan Insfrastruktur
2. Meningkatkan Pelayanan Pendidikan
3. Meningkatkan Pelayanan Kesehatan
4. Menurunkan Kemiskinan
5. Mewujudkan Pemerintahan Yang handal dan Terpercaya serta Pemantapan  kehidupan Politik
6. Pembangunan masyarakat yang berbudaya melayu, beriman dan bertaqwa
7. Memperkuat Pembangunan Pertanian dan Perkebunan
8. Meningkatkan Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup serta Pariwisata
9. Meningkatkan Peran Swasta dalam Pembangunan.

2. VISI RIAU 2020 (Peraturan Daerah Provinsi Riau Nomor 36 Tahun 2001)

"Terwujudnya Provinsi Riau sebagai Pusat Perekonomian dan Kebudayaan Melayu dalam lingkungan masyarakat yang agamis, sejahtera lahir dan bathin, di Asia  Tenggara Tahun 2020".

3. VISI PEMBANGUNAN PROVINSI RIAU

"Terwujudnya pembangunan ekonomi yang mapan, melalui kesiapan infrastruktur, peningkatan pembangunan sektor pendidikan, serta memberikan jaminan kehidupan agamis dan pengembangan budaya melayu secara proporsional"

MISI

1. Mewujudkan Pemerintah Daerah yang berkemampuan, profesional, bermoral, serta keteladanan pemimpin dan aparat, melalui penguatan kelembagaan, kualitas aparat dengan system rekruitmen profesional, penguatan Balitbang, penggunaan ICT, penguatan good governance, dan peningkatan kualitas pelayanan public

2. Mewujudkan SDM yang berkualitas dengan penekanan pada kemudahan rnemperoleh pendidikan, peningkatan mutu dan pengembangan manajemen pendidikan dasar, menengah, kejuruan, dan pendidikan tinggi, kemudahan memperoleh pelayanan kesehatan yang berkualitas, serta pembangunan sarana dan prasarana masyarakat beragama, seni budaya dan moral (human resources development).

3. Mewujudkan prinsip pembangunan yang berkelanjutan terutama Program Pengentasan Kemiskinan, Pengentasan Kebodohan, dan Pembangunan Infrastruktur.

4. Mewujudkan keseimbangan pembangunan antar wilayah dan antar kelompok masyarakat melalui pembangunan infrastruktur (spread of development equilibrium between region and society).

5. Mewujudkan perekonomian berbasis potensi sumber daya daerah dan pemberdayaan ekonomi kerakyatan melalui partisipasi dan pemberdayaan masyarakat dengan sosialisasi dan keterlibatan mereka dengan UMKM, Koperasi, serta pemberdayaan dasar yang berkualitas ekspor (empowernment of society base economy)

6. Mewujudkan UMKM dan koperasi yang kuat melalui pembinaan kelembagaan dan usaha, kemudahan akses modal, akses sarana dan sarana produksi, dukungan teknologi dan riset, dukungan sarana transportasi dan distribusi serta kemudahan akses pemasaran

loading...
7. Mewujudkan percepatan investasi dan stabilitas pertumbuhan ekonomi melalui penciptaan rasa aman dengan kepastian hukum, percepatan pelayanan izin usaha penyiapan infrastruktur serta sarana dan prasarana dasar, promosi dan media serta mitra usaha dagang

8. Memberdayakan masyarakat dan kelembagaan desa agar mampu berperan sebagai lini terdalam mengatasi berbagai permasalahan social dan ekonomi masyarakat pedesaan (empowerment of social and rural institution).

9. Mewujudkan sebuah payung kebudayaan daerah, yakni kelangsungan budaya Melayu secara komunitas dalam kerangka pemberdayaannya sebagai alat pemersatu dari berbagai etnis yang ada (strengthening of mal ay culture).

10.Mewujudkan tertib administrasi kependudukan Daerah melalui pembangunan database penduduk Riau, digitasi Nomor Penduduk Riau dengan kartu digital.

11.Mewujudkan pembangunan berwawasan dan ramah lingkungan, konsep pembangunan kawasan perkotaan, perdesaan dan pemukiman terpadu

12.Mewujudkan penanganan berbagai dampak dari issue pemanasan global ("global warming"), kenaikan harga BBM dan rawan pangan melalui penganan berjangka pendek, berjangka menengah dan berjangka panjang

4. VISI SMA NEGERI PLUS PROVINSI RIAU

 VISI:

“Menjadikan Sman Plus Provinsi Riau Sebagai Sekolah Yang Menghasilkan Sumber Daya Manusia (Sdm) Bertaraf Internasional Berlandaskan Imtaq Dan Budaya Melayu”

MISI

1. Melaksanakan Pembelajaran dan Bimbingan Secara Efektif dan Optimal
2. Menumbuhkembangkan Semangat dan Dedikasi yang Berwawasan Keunggulan Bagi Warga Sekolah untuk Berkompetisi pada Tingkat Nasional dan Internasional
3. Membekali Siswa untuk Memiliki Kecerdasan Dibidang IPTEK serta Peduli pada Pelestarian Lingkungan dan Budaya Melayu
4. Menerapkan Manajemen Partisipatif yang Melibatkan Seluruh Warga Sekolah dan Komite Sekolah dengan Azas Kekeluargaan
5. Membimbing Anak Didik Agar Menjadi Manusia yang Beriman, Bertaqwa, dan Beramal Shaleh serta Berbudi Luhur
6. Membekali Siswa Agar Memiliki Wawasan Kebangsaan yang Kuat serta Mampu Bergaul dan Bersaing Diera Global
7. Membiasakan Warga Sekolah dalam Berkomunikasi Menggunakan Bahasa Inggris
8. Menerapkan Sistem Manajemen Mutu (SMM) dengan Melibatkan Semua Warga Sekolah dan Stakeholder dengan Berpedoman pada Standar ISO 9001

5. VISI SMA NEGERI 1 BATAM

“Mewujudkan sekolah berkualitas dengan terus menerus mengembangkan metode dan sarana pembelajaran menuju Sekolah Bertaraf Internasional, menghasilkan siswa berbudi pekerti luhur, berprestasi tinggi, mencintai budayanya, menguasai ilmu pengetahuan serta beriman dan bertaqwa”.

Indikator Visi:

a. Meningkatnya metode pembelajaran dan terpenuhi fasilitas pembelajaran.
b. Adanya kemitraan dengan sekolah di dalam maupun di luar negeri.
c. Terciptanya lingkungan sekolah yang kondusif dan harmoni 
d. Banyak  lulusan yang melanjutkan ke perguruan tinggi negeri dan swasta baik di luar mapun di dalam negeri
e. Beretika dan berbudaya Indonesia
f.  Memiliki kecakapan hidup (life skills)
Petunjuk proses dalam merumuskan visi sebuah organisasi

Sahabat laman24.com yang budiman! Beberapa petunjuk berikut ditujukan untuk membantu perencanaan strategis team dalam merumuskan sebuah visi:

1. Kita tetap harus ingat bahwa dalam banyak kasus visi yang baik pun belum tentu dapat memperbaiki efektifitas organisasi. Dengan mengembangkan dan mengimplementasikan isu strategis dari sebuah organisasi akan menghasilkan tanda perbaikan yang signifikan dari kinerja sebuah organisasi.

Organisasi semestinya tidak perlu terlalu khawatir jika visi organisasi ternyata kelihatan kurang bijak atau terlalu sulit untuk dikembangkan atau dengan kata lain, walaupun visi organisasi kelihatan sulit untuk dicapai tetapi dengan kinerja yang baik secara implisit dan tersebar luas maka visi tersebut akan dapat diwujudkan.

2. Kebanyakan organisasi harus menunggu sampai mereka melalui beberapa siklus dari perencanaan strategis sebelum mereka mencoba mengembangkan visi organisasi. Kebanyakan organisasi perlu mengembangkan kebiasaan berpikir dan bertindak strategis dengan cara berpikir dan bertindak pada pentingnya aspek-aspek kebenaran dari hubungan organisasi dan lingkungannya sebelum kumpulan visi organisasi di munculkan.

Sebagai tambahan,  kesepakatan  dalam membuat keputusan dan kemampuan menyelesaikan masalah terhadap konflik organisasi adalah sama pentingnya untuk ditampilkan setelah beberapa siklus perencanaan strategis. 

3. Visi organisasi harus meliputi item-item yang dicatat lebih awal (skala prioritas) dalam outcomes yang diinginkan. Visi itu tersendiri tidak harus terlalu panjang sampai 10 halaman seperti yang telah diuraikan oleh Dayton Hudson Corporation’s, 1982.

4. Visi organisasi harus tumbuh dari keputusan yang dihasilkan pada masa lalu dan harus dalam bentuk tindak lanjut sebanyak mungkin. Keputusan dan tindak lanjut yang telah dibuat dimasa lalu merupakan sebuah catatan penting dari arti sebuah organisasi dan apa yang telah organisasi lakukan untuk mewujudkan visi tersebut.

Realisasi dari masa depan baru akan lebih mudah jika visi organisasi dapat ditampilkan dan diperlihatkan sebagai tindak lanjut dari kegiatan pada masa sebelumnya dan juga masa sekarang(Weick,1979).

5. Visi organisasi harus bersifat inspiratif. Menurut Landes and Posner(1987), visi yang menginspirasi harus mempunyai atribut seperti berikut ini: a). Visi berfokus pada masa depan yang lebih baik. b). Visi melahirkan harapan dan impian, c). Visi melahirkan nilai nilai universal, d). Visi harus menyatakan hasil yang positif e). Visi menekankan kelebihan sebuah kelompok organisasi, f). Visi dapat menggunakan kata bergambar, gambar dan juga bahasa kiasan, g). Visi mengkomunikasikan sebuah rasa antusias dan rasa kegemberian.

Sahabat laman24.com yang budiman! Sebagai contoh dapat kita kutip dari pidato Martin Luther King, Jr’s” I have a dream” . Dari kutipan pidato tersebut kita mempunyai contoh yang jelas, ringkas, padat dan berisi yang menjadi inspirasi sebuah visi untuk kita wujudkan pada masa yang akan datang. 

6. Visi yang efektif akan mewujudkan tingkat tensi yang sesuai untuk mempercepat efektifitas perubahan organisasi.

7. Cara yang paling berguna untuk memulai membangun sebuah visi organisasi adalah mempunyai anggota tim perencanaan strategis dan masing-masing anggota tim mempunyai draft visi. Draft visi tersebut kemudian di sharing, didiskusikan dan direspon oleh seluruh anggota tim perencanaan strategis.

8. Proses normatif juga harus digunakan untuk melihat kembali visi yang akan ditetapkan. Draf visi ditinjau oleh seluruh anggota tim perencanaan, para pembuat keputusan, tim pemerintah dan juga seluruh pemangku kepentingan. 

9. Kesepakatan dari top level manajemen dalam menentukan visi sangat diinginkan, tetapi tidak serta merta menjadi sebuah keharusan. Proses diskusi tim perencanaanlah yang sangat mempengaruhi proses perumusan visi organisasi.

10. Visi akan membantu dan menjadi panduan untuk organisasi dalam menentukan dan membuat keputusan. Pernyataan visi organisasi harus dipublikasikan dan harus diberikan kepada seluruh anggota organisasi dan juga seluruh stake holder agar mereka memahami langkah-langkah kerja yang akan mereka lakukan.

Sahabat laman24.com yang budiman! Menurut Norfaridah(2014), ada empat proses perumusan visi;

1. Tentukan rentang waktu dan lingkup analisis secara tepat.

2. Identifikasi trend sosial, ekonomi, politik, dan teknologi yang akan mempengaruhi masa depan

3. Identifikasi kondisi persaingan

4. Evaluasi sumber daya dan kapabilitas internal.

Sahabat laman24.com yang budiman! Setiap organisasi mempunyai tujuan dan alasan yang unik untuk keberadaannya. Keunikan ini harus dicerminkan dalam visi dan misi. Pernyataan visi yang baik mengungkapkan pelanggan, produk atau jassa, teknologi, pasar, pemikiran untuk bertahan hidup (pertumbuhan dan keuntungan), pemikiran untuk karyawan, pemikiran untuk citra publik/masyarakat, dan perusahaan.

 Kesimpulan

Sahabat yang budiman! Visi organisasi hanya akan menjadi dokumen sepanjang masa jika hanya menjadi basis ketajaman dan pembenaran yang sesuai bagi keputusan dan action plan bagi sebuah organisasi. Jika visi organisasi, keputusan organisasi, dan rencana tindak lanjut  tidak disampaikan secara rutin kepada seluruh anggota organisasi, maka proses perumusan visi organisasi yang telah menyita waktu dan energi hanya akan sia-sia saja. Tidak sedikit organisasi yang kehilangan jati diri, stagnan dan hancur di tengah jalan. Hal ini terjadi karena tidak memiliki ketegasan orientasi dalam upaya mencapai tujuan organisasi yang hendak dicapai. oleh sebab itu, misi, strategi, dan visi merupakan sesuatu yang signifikan dalam sebuah organisasi.

Sahabat yang budiman! Visi berfungsi sebagai mata, cara melihat dan menjadi paradigma manajemen organisasi, sumber motivasi dan strategi (motivering and strategic vision) kemudian diinterpretasi dalam sebuah kerangka aplikasi rill kinerja. Visi Misi dalam organisasi menjadi kerangka konsep yang mempertautkan berbagai kepentingan yang beragam. Visi Misi merupakan landasan pemersatu dan alat yang dapat menyamakan arah gerak organisasi sesuai ideologi, asas, dan tujuan yang akan dicapai sesuai plat form-nya. Visi Misi dalam organisasi juga merupakan dokumen serta panduan resmi yang wajib ditaati oleh segenap pelaku organisasi dan strategi merupakan pendukung pengimplementasiannya. organisasi yang ingin maju adalah organisasi yang siap dengan perencanaan strategik dan visi sukses kemajuan organisasinya.

Sahabat yang budiman! Visi merupakan suatu proses yang menggambarkan serangkaian kegiatan perencanaan dan penetapan sasaran sekolah secara formal. Dan misi adalah alasan keberadaan suatu lembaga. Untuk mewujudkan visi, maka dibutuhkan misi. Strategi adalah sebuah rencana yang komprehensif mengintegrasikan segala resources dancapabilities yang mempunyai tujuan jangka panjang untuk memenangkan kompetisi. Implementasi startegi dalam manajeman sekolah melibatkan upaya besar yang bertujuan mentransformasi tujuan strategik ke dalam aksi yaitu penyelengggaraan program sekolah. Betapa pun hebatnya suatu visi, misi, dan strategi bila tidak diimplementasikan tentu saja strategi itu tidak akan bermakna bagi pengembangan sekolah.

Sahabat yang budiman! Dalam dunia pendidikan terutama dalam lingkup satuan pendidikan(sekolah), kemampuan kepala sekolah dan personel sekolah lainnya mengimplementasikan suatu strategi dalam manajemen sekolah merupakan hal  yang sangat penting dalam kaitannya dengan skill kepala sekolah sebagai seorang pemimpin dan guru sebagai tenaga profesional yang bertanggung jawab terhadap kemempuan belajar peserta didik. Kenyataannya implementasi strategi khususnya di sekolah tidak mudah dilakukan. umumnya sekolah terjebak pada kegiatan yang bersifat rutin yaitu guru masuk kelas memberikan pelajaran pendekatannya sama seperti sebelumnya, melaksanakan ujian, memberikan nilai dan hasil ujian dan akhirnya peserta didik lulus dengan kualitas seadanya.

Sahabat yang budiman! Tiga elemen manajemen strategik, yaitu analisis strategi, formulasi strategi, dan implementasi strategi, yang paling sulit untuk dilakukan adalah implementasi strategi. Sebagaimana yang diungkapkan oleh Miller (1996:329) “it has been rather easy for us ti decide where we wanted to go. The hard part is to get the organization to act on the new priorities.” Strategi akan cukup mudah bagi kita untuk menentukan kemana kita mencari bagian tersulit mendapatkan organisasi pada tindakan prioritas yang baru. Proses implementasi strategi manajemen sekolah meliputi keseluruhan kegiatan manajerial yang mencakup keadaan seperti motivasi, kompensasi, penghargaan manajemen, dan proses pengawasan.

Sahabat yang budiman! Tidak sedikit organisasi yang kehilangan jati diri, stagnan dan hancur di tengah jalan. Hal ini terjadi karena tidak memiliki ketegasan orientasi dalam upaya mencapai tujuan organisasi yang hendak dicapai. oleh sebab itu, misi, strategi, dan visi merupakan sesuatu yang signifikan dalam sebuah organisasi.

Sahabat yang budiman! Visi berfungsi sebagai mata, cara melihat dan menjadi paradigma manajemen organisasi, sumber motivasi dan strategi (motivering and strategic vision) kemudian diinterpretasi dalam sebuah kerangka aplikasi rill kinerja. Visi Misi dalam organisasi menjadi kerangka konsep yang mempertautkan berbagai kepentingan yang beragam. Visi Misi merupakan landasan pemersatu dan alat yang dapat menyamakan arah gerak organisasi sesuai ideologi, asas, dan tujuan yang akan dicapai sesuai plat form-nya. Visi Misi dalam organisasi juga merupakan dokumen serta panduan resmi yang wajib ditaati oleh segenap pelaku organisasi dan strategi merupakan pendukung pengimplementasiannya. organisasi yang ingin maju adalah organisasi yang siap dengan perencanaan strategik dan visi sukses kemajuan organisasinya.
Referensi:

Bryson, John M., Strategic Planning For Public and Nonprofit Organization, San Francisco: Jossey-bass, 1998.

http://norfaridah.mhs.narotama.ac.id/2014/03/19/proses-perusahaan-menyusun-visi-misitujuan-dan-sasaran-dalam-implementasi-manajemen-strategi/ March 19, 2014 on 3:10 

David, Fred R., Strategi Management, Pearson Education,2009

Hejazziey, D, Alur dan mekanisme penyusunan visi, misi, tujuan dan sasaran program studi ilmu hukum, Jakarta, 2011




Post a Comment

15 Comments

  1. Replies
    1. manusia visioner adalah salah satu kunci keberhasilan gan

      Delete
  2. Replies
    1. membangun visi organisasi harus lagir dari orang yang visioner terhadap diri sendiri dulu

      Delete
  3. Tidak mudah membuat visi organisasi ternyata

    ReplyDelete
  4. Benar2 membantu tugas kuliah...terima kasih gan

    ReplyDelete
  5. Terima kasih karena sangat nembantu tugas kuliah

    ReplyDelete
  6. terima kasih telah menjadikan salah satu contoh visi SMAN Plus Provinsi Riau dalam tulisan ini

    ReplyDelete
    Replies
    1. terima kasih juga sudah mengizinkan untuk menjadikan contoh

      Delete
  7. membangun team work dan team building juga salah satu cara mewujudkan visi organisasi

    ReplyDelete