loading...

Membangun citra positif bagi diri sendiri


Hi, Sahabat yang budiman dan inspiratif! Kita sudah sangat sering mendengar kata-kata “pencitraan” yang ternyata mempunyai konotasi agak negatif. Bahkan tak jarang ketika seseorang (sebut public figure) melakukan sesuatu yang baik, positif dan bermanfaat bagi orang lain ternyata para haters nya selalu bilang “ alahhh itu kan cuma pencitraan”, “kalau pencitraan nomor satu”, “ dasar hobinya pencitraan” “ pencitraan terus” dan beberapa kata pencitraan yang benar-benar mempunyai konotasi negatif dalam kehidupan sehari-hari.

Bertolak dari situ maka ada baiknya para sahabat menggali lebih dalam tentang citra positif yang harus kita bangun agar apa yang akan kita kerjakan dan  bagaimana kita akan melakukannya mendapat kesan yang positif dan terhindar dari kata-kata “pencitraan”.

Para sahabat yang budiman! Membangun citra diri (self image) sangat penting kita lakukan karena tindak tanduk kita akan menjadi parameter bagi orang lain untuk menilai diri kita. Citra diri yang harus dibangun tentu saja  citra diri yang positif baik bagi diri sendiri maupun orang lain.

Secara manusiawi, semua manusia pasti ingin mendapat apresiasi, pujian, dan reward atas capaian prestasi yang telah diraihnya. Pada sisi yang lain, semua manusia juga tidak akan mau gagal atau di cap gagal atas kinerja yang mereka kerjakan, walaupun pada prinsipnya orang tersebut sebenarnya memang benar-benar gagal.

Pentingnya membangun citra diri karena sebagai manusia pasti kita ingin memiliki citra diri yang positif dan mencintai diri sendiri, supaya kita dapat menjalani hidup dengan lebih baik.

Para sahabat yang budiman! Pertanyaan selanjutnya adalah bagaimana cara untuk membangun citra diri yang positif? Bagaimana pula caranya memastikan bahwa kita memang sedang melakukan proses membangun citra diri?

Sahabat yang budiman, pada dasarnya, self-image (citra diri) dan self-confidence (rasa percaya diri) adalah konsep yang berhubungan. Hal ini akan terlihat bila seseorang memiliki citra diri (self image) dan harga diri (self-esteem) yang baik, maka emosi dan perilaku kita cenderung menjadi lebih positif. Sementara, citra diri yang positif juga akan mendorong kita memiliki rasa percaya diri (self confidence) yang baik dan bermanfaat bagi orang lain.


Self Confidence (rasa percaya diri) itu dapat di ilustrasikan sebagai titik terakhir, hal ini akan tampak dari dalam diri (setelah memiliki self-image dan self-esteem yang baik tentunya). Sahabat yang budiman, selain memahami konsep self-image, kita juga harus tahu cara yang tepat untuk membangun konsep tersebut.

Semua kita perlu memahami apa itu self-care (peduli dengan diri sendiri), dan sekaligus juga membedakannya dengan self-obsessive (menjadi terobsesi dengan diri sendiri) dan self-denial (mengingkari diri). Citra diri adalah konsep yang dibentuk di dalam pikiran kita mengenai seperti apa sebenarnya diri kita sebagai seseorang manusia.

Sahabat yang budiman! Sebenarnya, gambaran mental akan diri sendiri akan cenderung bertahan secara stabil seiring waktu kecuali kita mengambil langkah – langkah pertimbangan untuk mengubahnya.

Membangun citra diri kita penting dalam sebagian besar alasan dan tujuan tetapi kebanyakan karena tingkat keakuratan dan keseimbangannya akan mempengaruhi secara signifikan kepada keseluruhan kesehatan psikologis dan karakter hubungan kita dengan orang lain tempat kita bersosialisasi.
Sudah banyak  banyak bukti dan dokumentasi yang menyatakan bahwa bagaimana kita memandang diri sendiri menjadi hal yang benar-benar penting. Citra diri seseorang bisa menjadi tidak seimbang dan terdistorsi atau tidak sehat untuk banyak alasan.

Para sahabat  yang budiman! Ternyata, terkadang kita cenderung sensitif kepada penilaian yang diterima dari orang tua, figur authoritatif lain, orang yang memiliki kekuatan atau pengaruh atas diri kita, dan khususnya teman sebaya. Jika penilaian itu diberikan terlalu sering atau terlalu negatif, kita kemungkinan akan memiliki konsep diri yang lebih negatif.

Bentuk yang paling dasar dari citra diri dalam ilmu psikologi akan membentuk gambaran mental internal atau ide mengenai diri sendiri, bagaimana cara berpikir dan merasa mengenai diri sendiri berdasarkan penampilan, kinerja dan hubungan – hubungan yang mempengaruhi kehidupan sebagaimana tingkat kebahagiaan dan kepuasan hidup seseorang secara terus menerus.

Sahabat yang budiman! Ada kalanya kita selalu mempertanyakan mengenai penampilan diri kita sendiri, kemudian seberapa penting diri kita dan bagaimana kondisi diri kita saat akan membangun dasar citra diri tersebut.

Sebenarnya, citra diri seseorang adalah kesan yang dimilikinya mengenai diri sendiri yang akan membentuk persepsi kolektif mengenai aset dan kewajiban seseorang dalam hidupnya. Dengan kata lain, self image adalah bagaimana seseorang berdasarkan kekuatan dan kelemahannya yang kerap kali menjadi jelas melalui label yang diberikan diri sendiri untuk menggambarkan kualitas dan karakteristik diri nya.

Ilustrasinya adalah :” Saya pintar, karenanya saya dapat berbuat sesuatu” atau “ saya pemalu karena saya tidak mampu melakukan sesuatu”. Pertanyaan tersebut adalah contoh nyata yang merupakan berbagai label yang bisa disematkan kepada diri sendiri dan kesimpulan tidak terhindarkan yang bisa dicapai.

Para sahabat  yang budiman! Dan kesimpulan inilah yang mendasari pemahaman positif atau negatif mengenai citra diri seseorang. Lebih jauh lagi, label ini akan membentuk dasar dari kepercayaan terhadap diri sendiri yang sekaligus akan menimbulkan kepercayaan pada orang lain di sekeliling kita.

Satu hal yang harus kita tahu adalah bahwa citra diri seseorang tidak dibangun berdasarkan realita, melainkan fakta citra diri dibangun berdasarkan persepsi seseorang mengenai kenyataan tentang dirinya.Hal tersebut  terjadi karena dipengaruhi oleh bagaimana seseorang tersebut mempercayai pandangan masyarakat dan orang lain terhadap dirinya.

Sahabat  yang budiman dan inspiratif! berdasarkan definisi mengenai citra diri, maka citra diri dalam psikologi terdiri dari empat jenis yang kemungkinan bisa menjadi representasi yang tepat dan akurat mengenai seseorang, namun hal tersebut tidak menjamin bahwa hal tersebut berlaku mutlak.

Sahabat yang budiman dan inspiratif! Jenis self image (citra diri) tersebut yaitu:

1.Citra diri yang dihasilkan dari bagaimana seseorang memandang dirinya sendiri.
2.Citra diri yang dihasilkan dari bagaimana orang lain melihat seseorang atau individu.
3.Citra diri yang dihasilkan dari bagaimana cara seseorang atau individu menganggap pandangan orang lain terhadapnya.
4.Citra diri yang dihasilkan dari bagaimana cara seseorang memandang anggapan dirinya sendiri, atau bagaimana ia ingin menjadi dirinya yang ideal.

Sahabat yang budiman dan inspiratif! Ternyata citra diri juga melibatkan beberapa dimensi yang dipergunakan seseorang untuk menilai tentang keseluruhan dirinya. Dimensi dari citra diri dalam psikologi adalah:

a.Dimensi Fisik (bagaimana seseorang mengevaluasi penampilan fisiknya baik itu dari bentuk tubuh, cara berpakaian, dan lain sebagainya).
b.Dimensi Psikologis (bagaimana seseorang dapat mengevaluasi kepribadiannya secara psikologis)
c.Dimensi Intelektual(evaluasi akan kecerdasan diri sendiri yang dilakukan sendiri)
d.Dimensi Keterampilan (bagaimana evaluasi yang dilakukan seseorang akan keterampilan sosial dan keterampilan teknisnya).
e.Dimensi Moral (bagaimana cara seseorang mengevaluasi nilai – nilai dan prinsip hidupnya).
f.Dimensi Seksual (bagaimana seseorang merasa cocok dengan norma – norma maskulin atau feminin dalam masyarakat).

Sahabat  yang budiman dan penuh inspirasi! Semua elemen dan dimensi ini menjadi salah satu cara berpikir yang mungkin dilakukan seseorang mengenai penilaian akan citra dirinya. Citra diri dalam psikologi bisa tertanam di alam bawah sadar seseorang karena pengaruh orang lain, lingkungan, pengalaman masa lalu, atau sengaja ditanamkan oleh diri sendiri melalui pikiran sadarnya.

Selain itu, citra diri dapat bersifat positif dan membangun kepribadian seseorang dengan baik, namun juga ada yang bersifat negatif dan merusak mental seseorang. Peranan citra diri dalam kehidupan seseorang antara lain yaitu:

1.Menjadi cetakan dasar kehidupan seseorang sehingga ia akan menjalani kehidupannya sesuai dengan gambaran mental dalam citra dirinya.
2.Gambaran mental yang ada dalam pikiran bawah sadar seseorang mengenai citra dirinya akan cenderung muncul juga pada kehidupan nyata.
3.Pencapaian dan kiprah seseorang dibatasi oleh citra dirinya sehingga tidak akan pernah melewati batasan yang tergambar pada pikiran bawah sadarnya.
4.Citra diri yang negatif akan menghancurkan seseorang dan membawa kegagalan karena menarik unsur negatif ke dalam hidupnya, juga mengalami gangguan konsep diri.
5.Citra diri yang positif juga akan menarik hal – hal positif dalam hidup seseorang sehingga membawa keberhasilan.

Sahabat  yang budiman! fungsi citra diri dalam psikologi hanya akan bermanfaat dalam kehidupan jika citra diri tersebut positif dan realistis. Beberapa manfaat dari citra diri yang positif yaitu antara lain:

a.Meningkatkan rasa percaya diri sehingga menjadi kunci utama keberhasilan seseorang.
b.Meningkatkan semangat dan gairah hidup karena mengetahui potensi diri sendiri.
c.Menumbuhkan keberanian untuk merealisasikan tujuan dan sasaran hidup seseorang.
d.Hidup lebih bebas dari ketakutan/keraguan karena telah menemukan potensi dan kepercayaan diri.
e.Mencintai diri sendiri ketika sudah menerima kelebihan dan kekurangan diri sendiri.
f.Menemukan siapa diri kita akan membuat kita menemukan kedamaian dan kebahagiaan.
g.Menemukan potensi diri yang tersembunyi juga akan menjamin keberhasilan dalam hidup.

Hubungan Citra Diri dengan Aspek Diri Lainnya

Sahabat  yang budiman! Self image  dalam kajian ilmu psikologi berhubungan dengan apa yang dilihat seseorang ketika ia bercermin, namun sejatinya pengertian citra diri jauh lebih dalam daripada itu. Citra diri merujuk kepada bagaimana seseorang melihat dirinya sendiri dalam tingkat yang lebih luas, baik itu secara internal maupun eksternal, atau cara mengenali diri sendiri menurut psikologi.

Berdasarkan definisi, self image (citra diri)  adalah bagaimana seseorang mempersepsikan dirinya sendiri. Citra diri adalah sejumlah kesan diri yang telah terbangun seiring waktu. Citra diri ini bisa menjadi sangat positif, memberi seseorang kepercayaan diri dalam pikiran dan tindakannya, atau negatif yang membuat seseorang mudah meragukan kapabilitas dan idenya.

Sahabat yang budiman dan inspiratif! Hubungan citra diri dalam kajian ilmu psikologi dengan aspek – aspek diri yang lain yaitu:

A.Konsep Diri (Self Concept)

Konsep diri adalah pengetahuan pribadi kita mengenai siapa diri kita termasuk semua pikiran dan perasaan mengenai diri sendiri secara fisik, pribadi dan sosial. Kedua hal ini berhubungan erat, tetapi bukan dua hal yang sama.
Konsep diri lebih menyeluruh daripada citra diri, melibatkan bagaimana seseorang melihat dirinya sendiri, berpikir mengenai dirinya dan bagaimana ia merasa mengenai dirinya sendiri sehingga berkembang menjadi jenis – jenis konsep diri. Citra diri merupakan satu komponen yang membentuk konsep diri.

B.Harga Diri (Self Esteem)

Sahabat  yang budiman! Cara kita memandang diri sendiri akan menjadi faktor yang berperan besar terhadap perasaan kita tentang diri sendiri. Akan tetapi, sebaliknya harga diri memiliki arti lebih dalam daripada citra diri. Harga diri secara keseluruhan adalah rasa hormat yang kita miliki untuk diri sendiri, melibatkan seberapa menguntungkan atau tidak perasaan tersebut kepada diri sendiri.
Apabila kita membangun image negatif, maka hal tersebut  dapat mempengaruhi harga diri serta konsep diri dalam psikologi, dan rendahnya harga diri juga akan cenderung disertai citra diri negatif, begitu juga sebaliknya jika memiliki citra diri yang positif maka harga diri pun akan lebih tinggi.

C.Identitas (Identity)

Sahabat  yang budiman! Identitas mempunya makna yang lebih besar  dan lebih menyeluruh daripada citra diri karena sesungguhnya identitas adalah keseluruhan ide mengenai siapa diri kita. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa identitas adalah keseluruhan gambaran mengenai siapa diri kita yang kita percayai atau yakini dalam pentingnya menemukan jati diri, dan citra diri adalah bagian dari keseluruhan gambaran tersebut.

Sahabat  yang budiman! Ternyata, self image (citra diri) dalam kajian psikologi yang sehat utamanya didasarkan pada perasaan pribadi individu dan perspektif, dimana seseorang tidak lagi dipengaruhi oleh pendapat orang lain mengenai mereka atau oleh ekspektasi sosial yang membangun konsep diri pada psikologi komunikasi. Ia justru akan menetapkan pikirannya sendiri mengenai gambaran mental internal atau ide mengenai dirinya sendiri. Sebagai hasilnya, orang ini seringkali akan tampak lebih optimistik dalam hidup dan lebih percaya diri akan kemampuan dirinya karena mereka merasakan kontrol yang lebih besar terhadap diri sendiri dan terhadap hidupnya.

Sahabat yang budiman dan inspiratif! Seseorang dengan citra diri yang sehat tidak akan menyangkal kekurangan dirinya sebagai faktor yang mempengaruhi konsep diri. Realitasnya adalah mereka sangat realistis dan sangat memahami dan menerima fakta bahwa mereka juga memiliki masalah pribadi, namun tidak ada penilaian kritis mengenainya.  Selain itu, mereka akan menerima dan mengetahui siapa dirinya dan bagaimana dirinya pada saat itu dan melakukan yang terbaik dengan apa yang dimiliki. Imagei yang sehat tentunya terbangun diatas harga diri yang tinggi, dan keduanya akan berfungsi bersama untuk membentuk kepribadian yang sehat dan secara efektif membentuk dasar akan kehidupan yang berdaya.

Sahabat yang budiman! Demikian tulisan ini kami buat agar tetap menjadi inspirasi buat kita semua agar berjalan sesuai track record kita masing-masing. Mudah-mudahan bermanfaat buat kita semua. Aamiin.


Post a Comment

11 Comments