loading...

Membangun Pendidikan Karakter Anak dengan Program Maghrib Mengaji


Sahabat yang budiman! Bangsa Indonesia merupakan bangsa yang besar. Memiliki Sumber Daya Alam (SDA) yang sangat melimpah. Dan, yang akan mengelola SDA ini tentu saja rakyat Indonesia sendiri. Apabila sudah terjadi kemerosotan moral pada manusianya, dikuatirkan SDA dan Sumber Daya Manusia (SDM) di negara ini akan hancur dan akan berpotensi terjadinya perpecahan dari dalam. Jadi, moral menjadi landasan penting, terkhusus remaja, sebagai objek penting terwujudnya cita-cita suatu bangsa.

Remaja merupakan tolak ukur penting bagi kemajuan peradaban sosial, moral maupun agama. Hal ini dikarenakan remaja sebagai transisi dari masa kanak-kanak menuju ke kedewasaan. Masa di mana, seorang manusia belajar hidup untuk mengendalikan diri dari hal-hal yang mempunyai banyak mudharat.

Sahabat yang budiman! Masa di mana, seorang hamba mencari dan mempertahankan kebenaran tentang kepercayaan kepada penciptanya. Masa remaja sangat rentan akan terjadinya perubahan-perubahan yang akan sangat berpengaruh saat dewasa karena rasa ingin bersosialisasi dan bergaul antarsesama. Pergaulan akan memberikan hal yang indah apabila diiringi dengan napas iman dan takwa.

Namun pergaulan apabila diikuti dengan nafsu belaka, tanpa iman atau pun takwa maka yang terjadi adalah suatu malapetaka. Akan terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan. Pergaulan sangat akrab dengan teman, apabila mempunyai teman yang baik maka ia berada dalam naungan awan putih.

Sedangkan, anak yang mempunyai teman yang buruk maka ia akan berada dalam awan yang gelap. Karena penurunan moral khususnya pada remaja dapat membuat remaja menjadi buruk akhlaknya. Karena sungguh sepintar-pintar apa pun kita tetapi tidak berakhlak maka sama saja tidak bermanfaat bagi orang lain.

Sahabat yang budiman! Kenakalan remaja adalah bentuk produk dari salah pergaulan. Ini jelas menjadi hama yang merusak produksi generasi bangsa yang berkualitas. Kenakalan remaja dapat mengakibatkan terjadinya dekadensi moral, kemerosotan moral, atau akhlak. Sebagai buktinya, lihatlah di sekeliling kita bahwa kasus-kasus kejahatan kian hari kian meningkat. Mulai dari pencurian, penjarahan, perampokan, perzinahan, penipuan, pemerkosaan, pelecehan seksual, perjudian, dan masih banyak lagi, termasuk pembunuhan.

Karena remaja yang sekarang adalah cikal bakal generasi baru masa depan. Jika sekarang saja seperti itu bagaimana dengan ke depannya? Dan, mereka juga akan melahirkan generasi baru. Jika tetap seperti ini, maka bisa di prediksi akan lebih merosot.

Di saat remaja, teman merupakan tempat untuk meluapkan segala emosi yang terpendam. Namun pergaulan bebas  akan berdampak pada peningkatan dekadensi moral. Moral yang jatuh tidak hanya berdampak orang lain, tetapi juga berdampak pada diri sendiri. Generasi muda adalah pemimpin bangsa masa depan.

Moral yang hancur menyebabkan kekecewaan masyarakat terhadap remaja. Hal ini akan menurunkan kepercayaan masyarakat dan akan mengganggu sistem pemerintahan bangsa Indonesia seperti kekosongan pemerintahan. Hal itu terpengaruh dari pergaulan tadi, tanpa dasar yang kuat akan menyebabkan terpengaruhnya remaja.

Sahabat yang budiman! Menyikapi hal itu, maka perlunya adanya gerakan maghrib mengaji. Yang mana program ini dimaksudkan untuk membiasakan kembali mengaji (membaca) kitab suci alquran sesudah sholat maghrib. Yang akhir-akhir ini, kebiasaan tersebut sudah terkikis oleh kemajuan informasi dan teknologi. Dengan gerakan maghrib mengaji ini diharapkan dapat menangkal pengaruh negatif yang ditayangkan oleh lima ‘layar’.

Kelima layar itu adalah layar televisi, telepon seluler (ponsel), internet, komik, dan majalah. Biasanya anak-anak dan orang dewasa masih suka menonton televisi pada waktu maghrib, sehingga kebiasaan mengaji setelah shalat maghrib itu kerapkali dikalahkan oleh televisi, salah satu dari lima layar tadi.

Hal ini tentu sangat merugikan bagi generasi muda yang mengalami dekadensi moral sehingga menimbulkan kemerosotan akhlak, kasus kenakalan remaja dan sikap pragmatis serta mencuci otak remaja sehingga lupa akan jati dirinya sebagai bangsa yang beradab.

Sahabat yang budiman! Kebiasaan maghrib mengaji bisa dijadikan sarana transfer ilmu ataupun komunikasi antara orangtua dengan anak sehingga terjalin keakraban di dalam keluarga karena kegiatan mengaji maghrib banyak membawa dampak yang sangat positif bagi pembinaan akhlak masyarakat, khususnya anak-anak dan para remaja.

Adapun manfaat mengaji ditinjau dari berbagai aspek memberikan dampak yang luar biasa. Diantaranya, pertama, aspek afektif, mengaji secara tidak langsung mampu mempengaruhi sifat anak menjadi lebih peka terhadap sifat ketuhanan, anak sadar akan keberadaan Zat yang Maha Besar.

Kedua, aspek kognitif, dengan menghafal surat pendek atau membaca susunan ayat alquran dengan susunan tertentu atau menterjemah akan memperkuat struktur otak akan kemampuan mengingat dan menggunakan daya nalar. Ketiga, aspek psikomotorik, membaca alquran dengan tekanan dan lafal tertentu akan memperkuat pernapasan dan kesehatan otak serta melancarkan aliran darah. Terakhir, keempat, aspek sosial, mendidik remaja menjadi sabar, rendah hati, dan juga ramah terhadap sesama.

Sahabat yang budiman! Dari manfaat-manfaat tersebut, secara umum dapat diambil kesimpulan bahwa gerakan maghrib mengaji dapat menanamkan nilai-nilai ajaran alquran pada seluruh komunitas masyarakat Islam, mengubah dan membina akhlak anak-anak dan para remaja.

Dengan adanya maghrib mengaji, memahami dan mengerti artinya akan menjadikan alquran sebagai sumber pedoman akan menjadi penuntun remaja dalam menjalani kehidupanya. Maghrib mengaji kembali menjadi perekat silahturahmi sesama muslim, baik itu keluarga maupun lingkungan sosial. Membentuk kepribadian dan rekonstruksi moral. Ukhuwah Islamiah berperan penting menjadi “tameng” dari pergaulan bebas.

Sahabat yang budiman! Persaudaraan antarmuslim ibarat suatu bangunan, hancurnya satu bagian akan berpengaruh kepada bagian lainya. Apabila bagian yang lain itu tidaklah kuat maka bagian itu akan sama saja rusaknya.

Namun jika bagian lain itu kokoh maka bagian itu akan menopang bagian yang hancur. Seperti itulah, ukhuwah Islamiah apabila ada yang berbuat salah maka kita harus menopangnya, membantunya kembali ke jalan yang benar. Tugas kita adalah kembali ke alquran untuk mengembalikan karakter anak bangsa. Selain bisa mengurangi dekadensi moral, maghrib mengaji juga dapat menjadi alat kontrol pada moral anak bangsa.

Jadi, apabila remaja mengalami dekadensi moral secara berkelanjutan maka hal tersebut akan menyebabkan dampak negatif bagi diri, nusa, dan bangsa. Karenanya, moral adalah sesuatu yang penting untuk dijaga.

Adapun solusinya adalah perlu adanya sosialisasi oleh pemerintah mengenai program maghrib mengaji, pelaksanaan wajib mengaji tidak hanya di rumah, tetapi juga mengfungsionalkan masjid sebagai tempat perakitan produk generasi muda berkualitas, perlu adanya orang yang ahli dalam membaca alquran dan memahami tafsirannya, dan perlu adanya peraturan yang ketat dalam mengikat remaja agar melaksanakan maghrib mengaji. Semoga terwujud!

Post a Comment

10 Comments