loading...

6 Konsep Manajemen Pendidikan di Sekolah Beserta Penjelasannya

 
Sahabat laman24 yang budiman! Manajemen atau pengelolaan dapat mempunyai makna yang berbeda-beda tergantung dari sisi mana manajemen itu menjadi topik kajian. Istilah manajemen itu sendiri berasal dar kata kerja bahasa Inggris yaitu: manage yang dalam Bahasa Indonesia berarti “kelola”. Manajemen berarti menangani, mengendalikan, membuat patuh, mengurus, mengatur, mengubah, atau melaksanakan dengan suatu tujuan.

Semua istilah tersebut menunjukkan kepada kita beragam gaya manajemen yang sebagian diantaranya lebih dapat diterima dan produktif ketimbang yang lain. Hampir semua arti yang dikemukakan terdengar ofensif. Sebagai kepala sekolah, benarkah para guru dan staf di sekolah yang dipimpinnya telah benar-benar mematuhi semua perkataan dan perintah yang diberikan? Jawabannya pasti sangat variatif dan cenderung tidak menggemberikan.

Sahabat laman24 yang budiman! Dalam bahasa yang lebih lugas, apabila perkataan dan perintah kepala sekolah tidak dipatuhi oleh warga sekolah atau tidak berjalan maksimal maka sesungguhnya ada masalah dengan manajemen kepala sekolah dalam mengelola sekolah yang dipimpinnya. Hal ini tentu tidak boleh terjadi pembiaran karena akan berdampak tidak baik bagi kelangsungan kepemimpinan kepala sekolah itu sendiri.

Manajemen Pendidikan secara umum adalah suatu proses perencanaan, penyusunan, pelaksanaan, dan pengawasan, dalam mengelola segala sumber daya yang berupa manusia, uang, material, metode, mesin, market, waktu, dan informasi, untuk mencapai tujuan dengan efektif dan efisien dalam bidang pendidikan.

Sahabat laman24 yang budiman! Sementara menurut Biro Perencanaan Depdikbud (1993:4), manajemen pendidikan adalah proses perencanaan, pengorganisasian, memimpin, mengendalikan tenaga pendidikan, sumber daya pendidikan untuk mencapai tujuan pendidikan, mencerdaskan kehidupan bangsa dan mengembangkan manusia seutuhnya.

Sahabat laman24 yang budiman! Selain itu, pengertian manajemen yang umumnya dapat diterima oleh khalayak luas adalah proses mencapai hasil dengan mendayagunakan sumber daya sumber daya yang tersedia secara produktif. Dengan pengertian ini kita dapat mengacu manajemen sebagai seni atau kiat, sebagai ilmu, sebagai organisasi, sebagai sekelompok orang, sebagai disiplin, dan sebagai proses dalam lingkup sekolah.

A. Manajemen sebagai seni (Kiat)

Sahabat laman24 yang budiman! Sebagai seni atau kiat, manajemen adalah suatu kegiatan yang  berkenaan dengan pelaksanaan fungsi dan tugas organisasi melalui sejumlah orang. Manajemen sebagai suatu seni, disini memandang bahwa didalam mencapai suatu tujuan diperlukan kerjasama dengan orang lain, bagaimana cara memerintahkan orang lain agar dapat bekerjasama. Pada hakekatnya kegiatan manusia pada umumnya adalah managing (mengatur), untuk mengatur inilah diperlukan sebuah seni, dimana orang lain melakukan pekerjaan untuk mencapai tujuan bersama.

Pada lingkup pendidikan, khususnya sekolah, maka kegiatan manajemen sebagai seni ini tercakup penerapan teknik-teknik sebagai berikut:

1. Hubungan vertikal dan horizontal antara kepsek, guru, tenaga pendidik dan seluruh warga sekolah
2. Hubungan sekolah dengan masyarakat (orang tua, masyarakat, dan juga stake holder lainnya).
3. Pendelegasian wewenang sebagai penugasan dalam berbagi tanggung jawab dan tugas.
4. Komunikasi efektif dalam pemecahan masalah dan pengambilan keputusan bagi kemajuan sekolah
5. Pembinaan para Pendidik dan Tenaga Kependidikan secara humanis, efektif dan profesional
6. Pengelolaan keuangan sekolah secara transparan, akuntabel dan berintegritas.

B. Manajemen sebagai ilmu

Sahabat laman24 yang budiman! Manajemen sebagai ilmu berkenaan dengan upaya kepala sekolah dalam membangun falsafah, hukum, teori, prinsip-prinsip, proses, prosedur, dan praktik yang dapat diterapkan dalam berbagai situasi. Sebagai sebuah entitas, sekolah adalah organisasi yang seharusnya dengan prinsip-prinsip keilmuan.

Selain itu,  manajemen merupakan suatu ilmu dan seni, mengapa disebut demikian, dapat dipahami unsur dari keduanya tidak dapat dipisahkan. Manajemen sebagai suatu ilmu pengetahuan, karena telah dipelajari sejak lama, dan telah diorganisasikan menjadi sebuah teori.

Sahabat laman24 yang budiman! Hal ini dikarenakan dalam menjelaskan gejala-gejala manajemen, gejala-gejala ini telah diteliti dengan menggunakan metode ilmiah yang dirumuskan dalam bentuk prinsip-prinsip yang diwujudkan dalam bentuk sebuah teori. Pengertian manajemen sebagai ilmu dikarenakan manajemen merupakan sebuah pengetahuan yang telah disusun secara teratur dan mencoba memecahkan kendala yang berhubungan dengan sebab-akibat sehingga menjadi tabiat ilmu.

Manajemen berhubungan erat dengan ilmu-ilmu lainnya seperti pemasaran, keuangan, matematika, dan lain-lain. Ilmu-ilmu tersebut digunakan guna mengatasi sebuah kendala di dalam manajemen.

Sahabat laman24 yang  budiman! Ilmu merupakan sesuatu yang terus berkembang sesuai dengan perkembangan jaman. Begitu pula dengan manajemen sebagai ilmu yang dalam sejarah muncul dikarenakan adanya masalah-masalah dalam operasional organisasi/perusahaan/industri.

Permasalahan tersebut seperti pemborosan tenaga kerja, Produktivitas, waktu, materi dan biaya. Oleh karena itu munculah teori pengertian manajemen sebagai ilmu yang berasal dari praktik yang terjadi di lapang.

Sahabat laman24 yang budiman! Pada era modern, manajemen sebagai ilmu dapat didefinisikan pula sebagai pengetahuan yang dijadikan bekal ketika kita menduduki suatu posisi atau jabatan baik di suatu organisasi ataupun perusahaan. Pendidikan mengenai manajemen sekiranya perlu ditempuh sebelum seseorang masuk pada tingkatan manajemen manapun.

C. Manajemen sebagai organisasi

Sahabat laman24 yang budiman! Sebagai organisasi, manajemen adalah tentang pembuatan struktur formal suatu lembaga berdasarkan visi, misi, tujuan, target, tugas dan fungsi tertentu. Misalnya, organisasi kesejahteraan sosial dalam manajemen pemerintahan dapat mengacu pada pelayanan pendidikan dan kesehatan, sedangkan manajemen keamanan dan perubahan publik mengacu kepolisian dan militer.

Manajemen organisasi adalah proses perencanaan dan pengorganisasian dan pengendalian sumber daya organisasi dengan tujuan mencapai tujuan organisasi. Tujuan organisasi tentu dapat beragam, tergantung pada organisasi itu sendiri. Manajemen organisasi yang akan dibahas di sini berkaitan dengan pengelolaan sumber daya dalam bisnis atau perusahaan.

Sahabat laman24 yang  budiman! Manajemen dalam lingkup organisasi sekolah tentu merupakan hal-hal yang terkait dengan seni untuk mengelola sumber daya manusia sekolah seperti guru, tenaga kependidikan, para siswa, petugas kebersihan dan juga petugas keamanan sekolah.

Dengan adanya manajemen organisasi di dalam lingkup sekolah, diharapkan dapat membentuk kinerja pendidik dan tenaga kependidikan lebih efektif, terutama dalam hal koordinasi antar sesama guru, guru dengan tenaga kependidikan/sebaliknya, dan juga pendidik dan tenaga kependidikan dengan kepala sekolah.

Sahabat laman24 yang budiman! Dalam hal jelas bahwa manajemen organisasi sebenarnya mengacu pada cara manajer organisasi (Kepala Sekolah) memimpin dan mengelola sumber daya sekolah sedemikian rupa sehingga membentuk kerja sama yang efektif dan koordinasi antar tim.

Sementara tujuan manajemen organisasi di sekolah adalah untuk mencapai apa yang diinginkan sekolahi dengan cara yang seefisien mungkin. Sehingga dalam jangka panjang dapat menjamin profitabilitas dan eksistensi sekolah.

Sahabat laman24 yang budiman! Manajemen organisasi bukanlah sesuatu yang dapat diabaikan dalam perkembangan dan daya saing sekolah sebagai lembaga pendidikan yang kompetitif. Tanpa adanya manajemen organisasi yang baik, dapat menjadi penyebab penurunan kredibilitas dan citra sekolah. Berikut ini adalah beberapa tujuan manajemen organisasi di sekolahi:

1. Membangun koordinasi yang baik antara sekolah dan individu
2. Menetapkan kinerja sumber daya yang lebih efektif melalui penyediaan keamanan dan persatuan.
3. Menciptakan suasana lingkungan kerja yang damai dan positif
4. Mendorong para pendidik dan tenaga kependidikan untuk bekerja dengan rasa tanggung jawab
5. Mencapai tujuan utama sekolah dengan cara yang paling efisien melalui pembentukan karakter peserta didik agar menjadi sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas, berkarakter baik dan religi serta menjadi manusia yang kompetitif.

D. Manajemen sebagai orang

Sahabat laman24 yang budiman! Manajemen dapat dipandang sebagai orang atau sekumpulan orang. Misalnya, seorang guru dapat mengatakan “manajemen sekolah telah mengubah jadwal program belajar tambahan diakhir semester”. Istilah manajemen disini dapat mengacu kepada diri sendiri sebagai kepala sekolah, atau semua orang yang terlibat dalam penyelenggaraan atau kepengurusan suatu sekolah.

Manajemen sebagai suatu kolektivitas orang-orang yang melakukan kegiatan atau manajemen. Orang-orang  tersebut melakukan aktivitas manajemen dalam suatu badan tertentu. Kegiatan atau Aktivitas manajemen merupakan  kegiatan-kegiatan atau fungsi-fungsi yang dilakukan oleh jajaran pemimpin seperti manajer. Kegiatan untuk melakukan perencanaan, pengorganisasian, penyusunan personalia, pengarahan, dan pengawasan.

Sahabat laman24 yang budiman! Organisasi sekolah mencerminkan pembagian tugas yang dikelompokan dalam sejumlah bagian atau departemen. Manajemen sekolah mencakup semua orang yang memimpin departemen atau bagian.

E. Manajemen sebagai disiplin

Sahabat laman24 yang budiman! Manajemen adalah suatu bidang studi dengan berbagai subjek dan topik. Pengetahuan, keterampilan dan sikap dalam manajemen dapat diperoleh melalui pendidikan dan pelatihan atau pengalaman. Manajemen sebagai suatu disiplin merujuk pada cabang pengetahuan yang ada kaitannya dengan kegiatan mempelajari prinsip-prinsip dan praktek administrasi dasar. Sebagai sebuah disiplin, manajemen menentukan kode etik tertentu yang harus diikuti oleh manajer dan juga berbagai metode untuk mengelola semua sumber daya yang ada secara efisien.

Manajemen sebagai suatu disiplin menentukan kode etik tertentu bagi manajer dan menunjukkan berbagai metode untuk mengelola suatu perusahaan. Manajemen adalah suatu program studi yang sekarang secara resmi diajarkan di perguruan tinggi setelah menyelesaikan kursus dipaketkan, atau setelah mendapatkan gelar atau diploma dalam manajemen, seseorang bisa mendapatkan pekerjaan sebagai manajer.

Sahabat laman24 yang budiman! Setiap cabang pengetahuan yang memenuhi dua persyaratan berikut ini dikenal sebagai disiplin:

1. Harus ada para ahli dan pemikir yang mengkomunikasikan pengetahuan yang relevan melalui berbagai penelitian dan publikasi.

2. Pengetahuan harus secara resmi diberikan melalui program pendidikan dan pelatihan.

Sahabat laman24 yang budiman! Karena manajemen memenuhi kedua masalah ini, oleh karena itu manajemen memenuhi syarat untuk disebut sebagai sebuah disiplin. Meskipun manajemen itu relatif baru disebut sebagai disiplin, tapi disiplin ini terus bertumbuh dengan cepat.

F. Manajemen sebagai proses

Sahabat laman24 yang budiman! Manajemen sebagai sekumpulan proses, termasuk hal-hal seperti pemecahan masalah, pengambilan keputusan dan perencanaan tindakan. Proses ini mencakup manajemen sumber daya (manusia, barang, dana, informasi, teknologi dan waktu). Proses ini juga di kenal dengan istilah pelaksanaan fungsi-fungsi manajemen.

Adapun fungsi manajemen sebagai  proses keseluruhan adalah sebagai berikut:

1. Perencanaan

Sahabat laman24 yang budiman! Salah satu fungsi manajemen adalah perencanaan. Program kegiatan apa pun perlu direncanakan dengan baik, sehingga semua kegiatan terarah bagi tercapainya tujuan. Perencanaan harus dibuat dengan sebaik-baiknya. Rencana merupakan pedoman kerja bagi para pelaksana terkait, baik manajer maupun staf dalam melaksanakan fungsi dan tugas masing-masing.

Selain itu rencana merupakan acuan  dalam  upaya  mengendalikan  kegiatan  lembaga,  sehingga tidak menyimpang dari pencapaian tujuan yang telah ditetapkan. Oleh karena begitu pentingnya perencanaan tersebut, maka seorang manajer harus  memiliki kemampuan  merencanakan program. Terkait dengan perencanaan, berikut dikemukakan: (1) definisi perencanaan; (2) ciri-ciri perencanaan yang baik; dan (3) proses perencanaan yang baik.

Sahabat laman24 yang budiman! Perencanaan dapat didefinisikan sebagai keseluruhan proses pemikiran dan penentuan semua aktivitas yang akan dilakukan pada masa yang akan datang dalam rangka mencapai tujuan.

Perencanaan merupakan  langkah pertama dalam proses manajemen yang harus dilakukan oleh orang-orang  yang mengetahui  semua unsur organisasi. Keberhasilan  perencanaan sangat menunjang keberhasilan kegiatan manajemen secara kese¬luruhan. Oleh karena itu, perencanaan harus dilakukan  dengan sebaik-baiknya.

Sahabat laman24 yang budiman! Menurut banyak pakar manajemen, perencanaan yang baik sebagai berikut.

1. Dibuat bersama-sama oleh orang-orang yang memahami organisasi dan perencanaan.
2. Disertai dengan rincian yang teliti;
3. Tidak terlepas dari pemikiran pelaksanaan;
4. Terdapat tempat pengambilan resiko;
5. Sederhana, luwes, dan praktis;
6. Didasarkan pada keadaan nyata masa kini dan masa depan;
7. Direkomendasi oleh penguasa tertinggi.

Sahabat laman24 yang budiman! Telah ditegaskan bahwa perencanaan merupakan sebuah proses yang memikirkan dan menetapkan kegiatan untuk masa yang akan datang. Oleh karena perencanaan merupakan sebuah proses, maka ada beberapa langkah yang harus ditempuh dalam membuat perencanaan, yaitu:

1. Meramalkan masa depan;
2. Menganalisis kondisi lembaga;
3. Merumuskan tujuan secara operasional;
4. Mengumpulkan data atau informasi;
5. Menganalisis data atau informasi;
6. Merumuskan dan menetapkan alternatif program;
7. Menetapkan perkiraan pelaksanaan program;
8. Menyusun jadwal pelaksanaan program.

2. Pengorganisasian

Sahabat laman24 yang budiman! Pengorganisasian  merupakan keseluruhan proses pengelompokan  semua  tugas, tanggung jawab, wewenang,  dan  komponen dalam proses kerjasama sehingga tercipta suatu sistem  kerja yang baik dalam rangka mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Pengorganisasian dilakukan berdasarkan tujuan  dan  program kerja sebagaimana dihasilkan dalam perencanaan. Menurut Siagian (1981) pengorganisa¬sian  suatu program dapat dilakukan melalui prosedur sebagai berikut.

1. Mengidentifikasi pekerjaan atau tugas yang perlu dilakukan untuk mencapai tujuan.

2. Mengelompokkan  pekerjaan atau tugas yang sama dan memi-liki fungsi yang sama.

3. Memberikan  nama tertentu bagi setiap kelompok pekerjaan atau  tugas  dengan nama yang kurang  lebih menggambarkan fungsinya masing-masing.

4. Menentukan  orang-orang yang akan ditunjuk menyelesaikan setiap kelompok kerja atau tugas. Apabila ada kelompok kerja  atau tugas tertentu harus dikerjakan oleh lebih dari satu orang, maka salah satu di antara mereka perlu ditun¬juk sebagai penanggung jawabnya (pendistribusian tugas dan tanggung jawab).

5. Mendistribusikan fasilitas atau peralatan yang  diperlukan untuk menyelesaikan pekerjaan
6. Menetapkan aturan kerja

7. Menetapkan hubungan kerja

3. Komponen-komponen organisasi kepala sekolah

Sahabat laman24 yang budiman! Berdasarkan hakikat dan tugas-tugas pengorganisasian di atas, maka seorang kepala sekolah dasar perlu memiliki kompetensi-kompetensi sebagai berikut.

a. Menguasai konsep dasar dan teori organisasi.

1. Memahami konsep dasar organisasi, yang menjadi landasan dalam penyusunan organisasi sekolah.
2. Mengidentifikasi unsur-unsur organisasi sekolah.
3. Menguasai kebijakan dan teori-teori dasar organisasi.
4. Memahami prinsip-prinsip dasar, fungsi, dan keuntungan organisasi.
5. Memahami teori hubungan kerja dan batas kemampuan pengawasan dalam organisasi.

b. Menguasai teknik pengorganisasian.

1. Memahami teknik pengorganisasian sebagai proses.

2. Memahami dasar penyusunan struktur organisasi.

3. Menerapkan langkah-langkah pengorganisasian kegiatan sekolah baik melalui ragam organisasi formal maupun informal.

4. Memahami dan menerapkan bentuk-bentuk pengorganisasian secara proporsional.

5. Mengembangkan struktur organisasi formal kelembagaan sekolah berdasarkan model struktur organisasi yang relevan.

6. Mengembangkan deskripsi tugas pokok dan fungsi setiap unit kerja yang ada di sekolah sesuai dengan pendekatan, strategi, dan proses pengorganisasian yang baik.

7. Mengembangkan standar operasional prosedur pelaksanaan tugas berdasarkan langkah-langkah operasional pengorganisasian yang baik.

8. Mengenal dan memahami bentuk struktur organisasi di lingkungan Depdiknas dan sekolah.

c. Menguasai kemampuan sebagai organisator.

1. Memahami kecenderungan dan kebijakan pendidikan nasional dalam pengorganisasian sekolah.

2. Memahami fungsi kepala sekolah sebagai pemimpin organisasi.

3. Memahami perilaku anggota dalam organisasi sekolah.

4. Menguasai kemampuan penempatan tenaga pendidik dan tenaga kependidikan sesuai dengan prinsip-prinsip pembentukan kelompok kerja dan tim yang efektif dan tepat persebaran.

5. Menerapkan strategi peningkatan efektivitas kelompok.

6. Melaksanakan proses pengambilan keputusan secara efektif.

7. Menerapkan model-model pengambilan  keputusan dalam proses pemecahan masalah.

8. Menerapkan ketrampilan-ketrampilan dasart berkomunikasi sebagai pemimpin organisasi di sekolah.

4. Kepemimpinan

Sahabat laman24 yang budiman! Keberhasilan suatu institusi dalam menjalankan program yang telah direncanakan atau diorganisasikan perlu didukung dengan sebuah kepemimpinan yang efektif. Segenap sumber daya yang ada harus dikerahkan sedemikian rupa. Semua sumber daya manusia perlu dikerahkan  secara efektif.

Kehadiran kepemimpinan sangat esensial, mengingat kepemimpinan merupakan motor penggerak bagi sumber daya yang dimiliki lembaga. Karena itu, kepemimpinan disebut sebagai fungsi organik dalam proses manajemen. Terkait dengan kepemimpinan tersebut berikut dikemukakan: (1) definisi kepemimpinan; (2) jenis kepemimpinan; dan (3) syarat-syarat untuk menjadi pemimpin yang efektif.

Sahabat laman24 yang budiman! Secara sederhana kepemimpinan  dapat didefinisikan sebagai keseluruhan proses mempengaruhi, mendorong, mengajak, menggerakkan, dan menuntun orang lain dalam proses kerja agar berfikir, bersikap, dan bertindak sesuai  dengan  aturan yang berlaku dalam  rangka  mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Hakikat kepemimpinan adalah kegiatan  seseorang menggerakkan orang lain, agar orang lain itu  berkenan melaksanakan  tugas-tugasnya.

Proses kepemimpinan seseorang dapat muncul dalam bentuk usaha mempengaruhi orang lain agar bertindak sesuai dengan apa yang diinginkannya. Marilah kita amati di lingkungan sekolah dasar, kepala sekolah berusaha mempengaruhi para guru kelas, guru mata Pendidikan Agama atau guru mata pelajaran Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, pesuruh sekolah.

Sahabat laman24 yang budiman!  Demi tercapainya tujuan organisasi maka diperlukan unsur-unsur sebagai berikut:

1. Orang yang memimpin.
2. Orang-orang yang dipimpin.
3. Kegiatan atau tindakan penggerakkan untuk mencapai tujuan.
4. Tujuan yang ingin dicapai bersama.

Sahabat laman24 yang budiman! Seseorang yang secara resmi tidak ditunjuk sebagai pemimpin,  namun dalam kesehariannya ia  selalu mampu mendorong, memotivasi, atau menggerakkan  orang  lain, maka  orang tersebut dinamakan pemimpin tidak resmi atau pemimpin informal  (informal leader atau  functional leader). 

Orang-orang yang digerakkan atau didorong berarti orang-orang yang dipimpin.

Ditinjau dari karakteristik pemimpin, lahir tiga jenis kepemimpinan, yaitu kepemimpinan simbolik, kepemimpinan formal, dan kepemimpinan fungsional. Pemimpin simbolik adalah pemimpin yang ramah, jujur, bersemangat, kreatif, tabah, bijaksana, cerdas, humoris, lemah-lembut.

Sahabat laman24 yang budiman! Pemimpin formal adalah pemimpin yang memiliki posisi, gelar, jabatan, puncak hierarki, kuasa. Sedangkan pemimpin fungsional adalah pemimpin yang lahir dari peranan, fungsi dan kemanfaatannya bagi kelompok. Sedangkan ditinjau dari tipenya, kepemimpinan dapat dibagi menjadi empat tipe, yaitu kepemimpinan otoriter, kepemimpin laizess-fire, kepemimpinan demokratis; dan kepemimpinan pseudo-demokratis. 

Kepemimpinan otoriter diwarnai dengan  serba tergantungan kepada  pemimpin. Kepemimpinan leizess-faire adalah kepemimpinan yang semuanya bergantung bawahan; kepemimpinan demokratis diwarnai dengan tindakan kerjasama pemimpin dan bawahan. Sedangkan kepemimpinan pseudodemokratis merupakan kepemimpinan yang secara supervisial tampak, namun sebenarnya otoriter atau demi kepentingan kelompok kecil/klik; semu, manipulatif.

Sahabat laman24 yang budiman! Telah ditegaskan di muka bahwa kepemimpinan merupakan fungsi organik dalam proses manajemen. Konsekuensinya, siapapun yang menjadi pemimpin harus memenuhi syarat-syarat kepemimpinan, baik kepribadian, pengetahuan, dan ketrampilan, sebagaimana diuraikan berikut ini.

1. Seorang pemimpin harus dapat memiliki sifat-sifat pribadi yang terpuji, antara lain ramah, periang, antusias, berani, murah hati, spontan, percaya diri, dan memiliki kepekaan sosial yang tinggi, menerima pendapat orang lain.

2. Seorang pemimpin harus dapat memikirkan, merumuskan tujuan visi, misi, kondisi, dan aksi yang ingin dicapai, dan menginformasikannya kepada staf agar mereka sepenuhnya memahami yang ingin dicapai bersama.

3. Seorang pemimpin harus memiliki keterampilan dalam bidang yang dipimpinnya. Pemimpin pendidikan harus terampil dalam bidang pendidikan. Dengan keterampilan tersebut diharapkan pemimpin dapat membantu stafnya dalam mengatasi masalah-masalah yang sedang dihadapi.

5. Pengawasan

Sahabat laman24 yang budiman! Pengawasan merupakan istilah yang cukup populer. Pengawasan merupakan salah satu fungsi manajemen. Fungsi tersebut mutlak harus dilakukan dalam setiap organisasi atau lembaga.  Ketidakmampuan atau kelalaian melakukan fungsi tersebut sangat mempengaruhi pencapaian tujuan lembaga. Dalam hubungannya dengan pengawasan dalam manajemen, berikut dikemukakan: (1) definisi pengawasan; (2) perspektif pengawasan; (3) pentingnya pengawasan; (4) prinsip-prinsip pengawasan yang baik; dan (5) proses pengawasan yang baik.

Tujuannya untuk menentukan harapan-harapan yang secara nyata dicapai dan melakukan perbaikan-perbaikan terhadap penyimpangan-penyimpangan yang terjadi. Harapan-harapan yang dimaksud tersebut adalah tujuan-tujuan yang telah ditetapkan untuk dicapai dan program-program yang telah direncanakan untuk dilakukan dalam periode tertentu. Dengan demikian, pengawasan dalam konteks pendidikan itu merupakan proses memonitor kegiatan-kegiatan untuk mengetahui program-program lembaga pendidikan yang telah diselesaikan dan tujuan-tujuannya yang telah dicapai.

Sahabat laman24 yang budiman! Selain itu, pengawasan itu pada dasarnya merupakan pengendalian performansi sebuah lembaga. Tujuan agar performansi lembaga tersebut tidak menyimpang dari tujuan, program, prosedur-prosedur, aturan-aturan, dan prinsip-prinsip kelembagaan. Namun tidak berarti bahwa dalam pengawasan itu pimpinan dan atau stafnya tidak memperhatikan kepentingan-kepentingan perorangan anggota lembaganya.

Satu hal yang harus sama-sama kita pahami bahwa,  lembaga sebagai suatu sistem sosial itu tidak hanya menyangkut aturan-aturan dan harapan lembaga sebagai unsur institusional, melainkan juga terdiri dari personalitas dan kepentingan perorangan staf lembaga sebagai unsur individu untuk dikembangkan dan dicapai melalui kerjanya.

Sahabat laman24 yang budiman! Pengawasan yang baik itu adalah pengawasan yang mampu mengendalikan performansi organisasi menuju pencapaian tujuan organisasi, dengan tidak mengenyampingkan kepentingan-kepentingan individual anggota organisasi.

Post a Comment

0 Comments