Filosofi Lilin


Sahabat yang budiman! Lilin merupakan  sumber cahaya yang digunakan untuk menerangi kegelapan. Lilin  terdiri dari sumbu  yang diselimuti oleh bahan bakar padat. Bahan bakar padat yang digunakan untuk menyelimuti sumbu dari lilin adalah parafin.

Sebagai sumber cahaya yang menerangi kegelapan sangat bermanfaat bagi manusia. Di pedesaan yang belum dialiri listrik lilin masih kalah populer dengan lampu teplok, lampu kapal, ataupun lampu strongking yang berbahan bakar minyak tanah. Fungsi lilin di pedesaan sebagai pengganti sementara pada saat lampu-lampu tersebut rusak ataupun bermasalah.

Sahabat yang budiman! Sementara di kota-kota besar yang sudah memiliki listrik sebagai summber penerangan,  lilin berfungsi sebagai sebagai pengganti sumber penerangan cadangan pada saat mati lampu.

loading...
Sementara untuk beberapa tempat, seperti restoran, café, atau beberapa coffee shop, lilin sering dihidupkan di meja makan untuk menambah suasana hening, damai dan penuh romantisme bagi para pengunjungnya.


Tetapi fungsinya juga hanya sebagai pelengkap suasana saja, karena hiasan lampu blitz, lampu gantung minimalis diamond, vintage, ataupun jenis-jenis lampu lainnya lebih mendominasi dibandingkan lilin yang dihidupkan.

Sahabat yang budiman! Baik di desa, di kota, di kafe, tempat hiburan ataupun di restoran   lilin hanyalah sumber cahaya cadangan sementara (pengganti).

Lilin tidak pernah merasa kecil hati atau minder dengan fungsinya yang hanya sebagai pilihan kedua untuk sumber penerangan. Lilin tetap akan memberikan cahaya unik yang juga akan selalu dinanti pada saat manusia membutuhkanya.

Banyak orang menggunakan analogi lilin dalam kehidupan mereka. Analogi-analogi tersebut antara lain:

1.Jadilah seperti lilin, yang tidak pernah menyesal saat nyala api membakarmu. (Jadilah seperti air yang mengalir sabar. Jangan pernah takut memulai hal baru).

2.Berhenti kutuki kegelapan, mulailah nyalakan lilin.

3.Ada dua cara untuk bisa memancarkan cahaya: menjadi lilin atau kaca yang memantulkan cahaya

4.Tidak perlu menyalakan lilin di bawah cahaya sinar matahari.

5.Sebuah lilin tidak kehilangan apa-apa setelah menyulut lilin lain.

6.Keingintahuan adalah sumbu dalam lilin pembelajaran

Sahabat yang budiman! Analogi – analogi lilin tersebut tentu sangat bermanfaat buat kita dalam menambah dan meningkatkan mindset kita terhadap sesuatu yang ada dimuka bumi ini. Lilin juga membawa perspektif kehidupan yang berbeda-beda bagi yang memaknainya.

Mindset dan perspektif lilin dalam kehidupan juga telah menjadi inspirasi banyak orang dalam mengambil peran dan sikap mereka sehingga muncul filosofi lilin bagi kehidupan manusia.

Adapun filosofi lilin adalah sebagai berikut:

1.Melelehnya parafin lilin demi menghasilkan cahaya yang menerangi manusia saat membutuhkannya menggambarkan kepada kita semua bahwa pengorbanan yang kita berikan kepada orang lain harus bersifat  ikhlas dan tanpa pamrih.

Sahabat yang budiman! Belajar dari lilin tersebut hendaknya siapapun diri kita, apapun profesi kita, sudah seharusnya kita tulus dan ikhlas dalam menjalankannya. Menjadi guru kita harus mengabdi dengan ikhlas, menjadi dokter kita juga harus ikhlas demi menolong orang lain yang sedang sakit.

Begitu juga saat kita berada dalam posisi diatas dan lebih beruntung dari orang lain.  Menjadi pemimpin kita harus  adil, menjadi pejabat kita harus  taat hukum dan tidak korupsi, menjadi ayah kita harus bijak, menjadi  ibu kita harus menyayangi dan mengasihi anak-anak kita, menjadi anak kita harus  sholeh/sholeha  dan hormat pada orang tua kita, menjadi murid kita harus sopan dan santun.

Begitulah siklus kehidupan yang penuh dengan makna dan insprirasi bagi kita yang mau berpikir. Begitulah lilin, rela meleleh demi memberi cahaya pada saat dibutuhkan yang membawa manfaat bagi banyak orang.

loading...
2.Bentuk lilin yang kecil dan sederhana tetapi mampu menghasilkan cahaya telah menggambarkan kepada kita bahwa apapun disiplin ilmu kita, apapun kemampuan kita dan apapun keahlian kita walaupun kecil dan sedikit harus kita berikan dan ajarkan kepada orang lain.

Sahabat yang budiman! Konsep hidup manusa adalah berpikir, berjuang dan berdo’a agar mendapat kehidupan yang lebih baik dikemudian hari. Semua diri kita mempunyai kelebihan-kelebihan tersendiri yang tidak dimiliki orang lain. Kita adalah pribadi-pribadi hebat yang akan memanfaatkan berbagai peluang untuk mendapatkan kebahagiaan.

Pada saat usaha dan perjuangan kita telah berhasil dan telah mencapai puncaknya maka ingatlah orang-orang disekeliling kita. Jangan pernah melupakan orang-orang disekitar kita. Itulah konsep dasar keberhasilan dan kesuksesan yang sesungguhnya. Karena sebaik-baiknya manusia adalah bermanfaat bagi keluarga dan orang lain serta selalu berbakti terhadap Allah SWT, Tuhan Yang Maha Kuasa.

3.Fungsi lilin yang saat ini  hanya menjadi pilihan kedua (cadangan) pada saat lampu mati ataupun moment lainnya menggambarkan kepada kita bahwa dalam menjalani hidup kita tetap harus siap menang dan siap kalah, siap dipimpin dan siap memimpin, siap untuk populer dan siap untuk tidak populer, dan siap diganti dan siap mengganti.

Sahabat yang budiman! Banyak sudah fenomena dan fakta yang terjadi dalam hidup berdemokrasi hari ini. Terkadang kita memang tidak siap untuk kalah, tidak siap untuk dipimpin,  tidak siap untuk tidak populer, dan juga tidak siap untuk diganti.

Semua itu adalah penyakit hati yang muncul sesaat dan didorong-dorong oleh emosi sesaat. Diri kita adalah pribadi yang sempurna yang jauh dari sifat tidak baik. Karakter lingkungan dan waktu yang tidak tepat sering merubah semuanya. Sehingga kita terkadang dan seolah-olah menjadi pribadi yang pemarah, emosional bahkan temperan.

Semua itu bukanlah sifat asli kita. Kebaikan dan kebajikan dalam menjalani hidup yang penuh dengan liku-liku akan menjadi motivasi buat diri kita untuk menjadi pribadi yang paripurna yang bermanfaat bagi orang lain.

Kita harus siap untuk memimpin, begitu juga sebaliknya kita harus siap untuk dipimpin. Hidup ini adalah ibarat roda berputar. Kadang diatas kadang dibawah. Roda pedati akan selalu berputar seiring dengan berjalannya kerbau yang menariknya dan pengendara pedati yang menyeimbangkan dan mengendalikanya.

loading...

Post a Comment

7 Comments